
JoSS, SEMARANG – Lembaga kemanusiaan OneCare mengajak masyarakat untuk membantu korban banjir di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang makin meluas. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ketinggian air saat ini stabil di kisaran 1-1,5 meter.
Direktur Operasional Onecare Indonesia di Semarang, Ardytha Lufthfiarta mengatakan saat ini Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) dibantu tim relawan setempat sudah bekerja semaksimal mungkin untuk membantu evakuasi terhadap korban banjir dan penyediaan makanan.
Dia menambahkan untuk membantu mempercepat proses pemberian dan penggalangan bantuan khususnya dari Semarang, pihaknya bersama JoSS.co.id menggalan kepedulian dengan tema ‘Care for Ngawi’.
Menurutnya kebutuhan mendesak yang telah di identifikasi adalah : minyak kayu putih, tolak angin dewasa dan anak, elpiji, gula, kopi, teh. Air mineral, snack anak-anak , selimut, pampers , makanan siap makan, air bersih dan BBM.
“Tim kami sudah meninjau ke daerah bencana dan masih banyak masyarakat korban banjir yang membutuhkan bantuan,” katanya kepada JoSS.co.id, Jumat (8/3) malam.
Dia menjelaskan untuk bantuan berupa barang bisa dikirim langsung di kantor OneCare di Jalan Jatiluhur II No 49 Ngesrep-Banyumanik, Semarang. Bantuan logistik diterima terakhir hari Selasa (12/3). Untuk informasi lebih lanjut masyarakat bisa menghubungi JoSS.co.id Agung Waskito (HP.085643585398) dan OneCare Fath (HP: 08977729108).
Sementara itu, donasi berupa uang dapat di transfer ke rek Bank syariah mandiri no rek. 711 878 999 an. Yayasan one care.
Baca juga: Nelayan Cantrang Diijinkan Melaut, Asal…
Dytha menuturkan untuk pemberangkatan donasi berupa barang dan keuangan akan dilakukan pada haru Rabu (13/3) pukul 09.00 WIB. “Bantuan diberangkatkan Rabu (13/3) ke posko Dusun Wangkal Desa Waruk Kalong Kec. Kwadungan Kabupaten Ngawi,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi terkini bencana banjir yang melanda 15 kabupaten di Jawa Timur, terparah di Kabupaten Ngawi. Menurut Kabid kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Ngawi, Teguh Purwadi mengatakan banjir merendam 18 desa di 6 kecamatan wilayah ini.
Yakni di Kecamatan Kwadungan, Geneng, Karangjati, Pangkur, Padas dan Kecamatan Ngawi Kota. Untuk Kecamatan Kwadungan ada 8 desa yaitu: Desa Simo, Purwosari, Dinden, Tirak, Sumengko, Waruk Kalong, Kendung dan Karangsono.
Selain itu di Kecamatan Pangkur 5 desa: Desa Pleset, Waruk Tengah, Ngompro, Babadan serta Gandri. Kecamatan Geneng di Desa Kresikan dan Desa Klinik. Kecamatan Karangjati terparah di Desa Sambung .
Banjir juga merendam Kecamatan Padas di Desa Bendo. Sementara, Kecamatan Ngawi Kota di Desa Mangunharjo.
Menurutnya, meluasnya banjir di Ngawi disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari di wilayah hulu dan sekitarnya seperti kabupaten Ponorogo dan Madiun.
“Kondisi itulah yang membuat debit air bengawan madiun meningkat drastis,” ujarnya.
Dalam rilis yang diterima JoSS.co.id, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan banjir dengan ketinggian 100 -150 centimeter, terjadi di Kabupaten Ngawi akibat meluapnya Sungai Bengawan Madiun yang merendam rumah warga sebanyak 4.490 KK di 18 desa di enam kecamatan.
“Genangan terus meluas ke daerah kota , BPBD melakukan pendampingan di area terdampak,” tuturnya. (lna)

Leave a Reply