JoSS, JAKARTA – Mulai hari ini, Jumat (1/3) pemakaian kantong plastik di minimarket tidak lagi diberlakukan gratis lagi. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah menerapkan kebijakan itu di ritel-ritel modern.
Ketua Umum Aprindo, Roy Nicolas Mandey mengatakan hal ini dilakukan untuk mendukung salah satu visi pemerintah untuk mengurangi sampah 30 persen, termasuk sampah plastik pada 2050 mendatang.
“Aprindo dari Sabang sampai Merauke mendukung program pemerintah dalam pengurangan sampah plastik,” katanya, dalam konferensi pers Kamis (28/2).
Roy mengatakan, hingga kini ada sekitar 40.000 ritel di Indonesia yang masuk dan menjadi anggota Aprindo. Kini, semua sepakat dan berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik, salah satunya yang dihasilkan oleh ritel.
“Setiap perusahaan punya cara dan proses, tentu ada waktu itu supaya berjalan. Kita deklarasikan hari ini sepakat mengurangi sampah plastik,” katanya. Rio menuturkan, langkah yang mereka ambil ini semata-mata untuk kepedulian pada lingkungan.
Karena selama ini lingkungan, baik sungai, laut dan lainnya sudah terdampak dari pencemaran sampah plastik. Sehingga dibutuhkan upaya konkret untuk mengurangi hal itu.
“Kita ingin menjaga lingkungan hidup, kita juga ingin menerapkan peraturan pemerintah. Ada dua minimal aturan yang berkenaan dengan pengurangan sampah plastik,” tambahnya.
Baca juga: Buang Sampah di Jalan, Warga Kudus Didenda Rp200.000
“Aprindo ingin menghormati aturan yang dikeluarkan pemerintah. Di mana isinya adalah pengurangan dan pengelolaan sampah, diantaranya sampah plastik,” lanjut Roy.
Langkah dan upaya pengurangan sampah plastik ini, harus selaras dengan pemakaian kantong plastik di ritel-ritel. Artinya, harus ditekan salah satunya dengan cara pengenaan biaya kepada konsumen.
“Apa yang kita lakukan suatu edukasi kepada konsumen untuk upaya menyelamatkan lingkungan. Edukasinya tentu dilakukan oleh perusahaan dan anggota Aprindo, dengan cara masing-masing,” ujarnya.
Awal Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat sendiri dilontarkan Menteri Koordinator Kemaritiman, Jend. TNI. Purn. Luhut Binsar Panjaitan dalam acara Kadin Talk di Menara Kadin, Jalan H.R. Rasunna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/2).
Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, gerakan tersebut dimulai dari yang sederhana, yaitu mengurangi penggunaan alat berbahan plastik.
“Soal sampah, kebijakan kita sekarang, minggu lalu kita udah announce Gerakan Indonesia Bersih dan Sehat. Itu hampir semua kementerian terlibat. Itu vocal point-nya adalah bagaimana memulai dari yang kecil-kecil aja, kita tidak pakai plastik. Sehingga mengurangi penggunaan yang nantinya dibuang ke laut,” kata Luhut. (wiek/lna)

Leave a Reply