
JoSS, BANJARNEGARA – Mandi atau berendam di air hangat sudah menjadi kebiasaan bagi warga Dusun Bitingan, Desa Kapakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Dusun ini tak hanya eksotis, dusun ini juga dikaruniai kekayaan alam seperti air terjun Sirawe.
Sendang ini punya keunikan sendiri dibandikan sumber mata air lainnya yaitu mengalirkan air hangat. Hal ini karena dekat dengan sumber daya alam lainnya berupa panas bumi. Kondisi ala mini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat untuk mengembangkannya menjadi objek wisata.
Akhirnya warga setempat berinisiatif untuk membangun kolam, sehingga air hangat yang keluar dari perut bumi ini dialirkan ke kolam pemandian yang diperuntukkan untuk umum. Letaknya di tengah pemukiman padat penduduk Dusun Bitingan. Warga menamakannya Pemandian Air Hangat Sendang Sipandu.
Uap panas langsung terasa saat memasuki area kolam. Pengunjung cukup merogoh kocek Rp3000 yang dibayarkan di loket untuk menikmati destinasi ini. Selain itu, hanya biaya parkir Rp2.000 jika pengunjung membawa kendaraan.
Air kolam dialirkan melalui empat pipa pancuran. Dari media itu, air panas terus mengalir ke kolam sehingga sirkulasi air tetap bersih karena air selalu berganti.
Pertama kali menyentuh air kolam, kulit tubuh langsung tersengat. Panas air membuat tubuh sedikit kaget karena lama diterpa hawa dingin pegunungan. Tetapi tubuh cepat beradaptasi dengan hawa panas hingga kesegaran yang selanjutnya melanda.
Pengunjung dapat menikmati terapi rendam untuk membuat tubuh kembali bugar. Rasa letih seperti terangkat hingga tubuh terasa ringan usai berendam. Bermandi air hangat umum dipakai untuk terapi pengobatan. Aktifitas itu dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, hingga menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Baca juga: Ternyata Mandi Air Hangat Bisa Bantu Turunkan Gula Darah
“Habis capek, dingin-dingin, cocok mandi di air hangat,”kata pengelola kampung wisata dusun Bitingan Nurrohim.
Jangan khawatir adanya aroma belerang yang terhirup dari air kolam. Meski bersumber dari panas bumi, air hangat di kolam ini sama sekali tak menimbulkan bau. Karena dari mata air langsung, air kolam terlihat jernih dan segar.
Meski berlabel pemandian umum, pengelola tetap memerhatikan kepantutan sosial. Pengunjung pria dan wanita tidak dicampur dalam satu kolam pemandian. Selain kolam untuk pria, pengelola menyediakan kolam pemandian khusus untuk kaum wanita di tempat terpisah. Dengan demikian, pengunjung dijamin lebih nyaman bermandi.
Selain disediakan untuk wisatawan, pemandian air hangat Sendang Sipandu juga jadi jujugan warga lokal, terutama saat hari Jumat. Pada hari itu, sebelum dilaksanakan salat Jumat, masyarakat setempat ramai-ramai mendatangi tempat ini untuk berendam.
Tradisi ini dipertahankan sebagai ajang untuk membersihkan diri sebelum menghadap Yang Maha Suci saat salat Jumat.
“Kalau Jumat pagi, warga ramai-ramai berendam di sini untuk bersih-bersih diri sebelum salat Jumat,” katanya
Menurut Ketua Pokdarwis Bitingan Watno, keberadaan pemandian air hangat Sendang Sipandu melengkapi destinasi wisata yang sudah ada di Dusun Bitingan, yakni air terjun Sirawe dan wisata sunrise di puncak bukit.
Sebelum atau sesudah berendam di Sendang Sipandu, wisatawan dapat mengunjungi objek wisata curug Sirawe yang masih dalam satu komplek atau berdekatan. (Wiek/lna)

Leave a Reply