JoSS, JAKARTA – Ada kabar gembira bagi penderita diabetes. Menurut studi, berendam air panas bisa mengendalikan gula darah.
Peneliti Sven Hoekstra dari Loughborough University mengatakan berendam selama satu jam di air bersuhu 38 derajat celcius dapat menurunkan gula darah dan menekan inflamasi. Hal ini diketahui setelah peneliti melakukan eksperimen pada 10 pria obesitas.
Dalam studi Sven juga menemukan bahwa tubuh melepas zat nitrid oksida saat berendam air panas. Zat tersebut akan membuat pembuluh darah melebar sehingga tekanan darah juga berkurang.
“Berendam air panas bisa berdampak memperbaiki kesehatan metabolisme populasi yang kesulitan memenuhi rekomendasi aktivitas fisik,” tulis Sven seperti dikutip dari Daily Mail, belum lama ini.
Beberapa orang dengan kondisi fisik punya cedera, asma, atau gegar otak mungkin kesulitan untuk olahraga.
Nah mandi air panas bisa jadi terapi pengganti untuk membantu mereka mengendalikan gula darah.
Wah jadi selain membuat rileks ternyata ada manfaat tambahan lain ya dari berendam air panas.
Ketika seseorang didiagnosis terkena diabetes, maka asupan sehari-hari harus benar-benar dijaga.
Baca juga: Di Semarang, Belum Sah Jika Tak Kunjungi 3 Tempat Ini
Misalnya dengan memilih makanan yang tinggi serat dan rendah indeks glikemik, mengurangi makanan berlemak dan gorengan, serta membatasi asupan makanan manis. Salah satu makanan tinggi serat dan rendah indeks glikemik adalah tepung kelapa.
Medical Officer of PT. Kalbe Farma, dr. Claudia Anggi Citra Putri, mengungkapkan tepung kelapa mengandung serat pangan 11 gram dalam 50 gram sediaan sehingga mengandung serat pangan cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan terigu, tepung kelapa memilliki kandungan serat 14 kali lebih banyak.
“Kandungan serat inilah yang membuat glikemik indeks dalam tepung kelapa menjadi rendah. Hal ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh Trinidad dan kawan-kawan, di mana olahan kue yang ditambahkan tepung kelapa memiliki indeks glikemik lebih rendah dari pada yang tidak ditambahkan,” ujar dr Anggi.
Dia juga menjelaskan bahwa menggunakan atau mencampurkan tepung kelapa ke dalam aneka makanan harian berfungsi untuk membantu mengontrol gula darah, memperlambat proses pencernaan sehingga terasa kenyang lebih lama, dan membantu mengontrol berat badan.
“Penelitian yang dilakukan Trinidad dan kawan-kawan pada 10 orang normal dan 10 orang diabetes yang diberikan makanan olahan menggunakan dan tidak menggunakan tepung kelapa, menyimpulkan kenaikan glukosa darah lebih rendah pada makanan yang diberikan tambahan tepung kelapa,” jelasnya.
Cara mengonsumsi tepung kelapa pun beragam. Tepung kelapa seperti H2 Tepung Kelapa bisa dicampurkan dengan nasi, adonan roti dan kue, smoothie, puding ataupun digunakan sebagai pengganti tepung roti. (Wiek/lna)

Leave a Reply