
JoSS, SURABAYA – Banjir yang melanda Kabupaten Madiun dalam dua hari terakhir kini makin meluas hingga ruas tol Ngawi-Kertosono. Air setinggi 50 sentimeter menggenangi jalan pada km 603-604. Akibatnya PT Jasamarga Ngawi –Kertosono menutup ruas tersebut.
Dalam siaran pers yang diterima JoSS.co.id, Direktur Teknik PT Jasamarga Ngawi Kertosono Iwan Moedyarno menjelaskan genangan terjadi mulai Rabu pagi di sejumlah di sekitaran ruas tol yang tepat berada di wilayah Madiun.
Mula-mula genangan hanya setinggi mata kaki namun bertambah tinggi sehingga kendaraan kecil tidak bisa melintas pada Rabu sekitar pukul 19.00 WIB.
“Pukul 19.00 WIB ketinggian air mulai menyentuh reflektor (guide post), yang mana tidak dilalui oleh kend kecil (Gol. I), sehingga semua kendaraan yang sudah terlanjur sampai di KM.604 diberhentikan,” katanya, (Kamis 7/3).
Untuk itu, sejumlah pengalihan arus diterapkan untuk mengurai kemacetan akibat penumpukan kendaraan. Iwan Moedyarno lantas mengizinkan lalu lintas dikeluarkan di gerbang Caruban.
Baca juga: Kudus Banjir Bandang Jalur Pantura Tersendat
Pengalihan arus pertama dimulai pukul 22.00 WIB khusus kendaraan kecil. Kendaraan yang sudah terlanjur terjebak dengan dikawal PJR diputar balikkan keluar gerbang Caruban.
Dia menurturkan dampak kenaikkan permukaan air, pukul 00.50 WIB hari ini, seluruh kendaraan dari arah Surabaya dialihkan keluar Caruban. “Hasil pengamatan, ketinggian air tidak makin surut, namun cenderung bertambah tinggi, sehingga truk dan bus tidak dapat melintasi genangan,” jelasnya.
Menurut Iwan, kendaraan yang dari arah barat dipastikan aman melewati titik KM 603-604 lantaran genangan air hanya berada di satu sisi jalan saja atau di jalur B ke arah barat. “Kalau dari arah Ngawi atau Dumpil aman menuju ke Wilangan,” katanya.
Iwan menyatakan, genangan air banjir yang masuk ke ruas jalan tol diperkirakan sepanjang 400 meter. Sumber air banjir itu diperkirakan berasal dari luapan anak Sungai Bengawan Madiun. Ia menambahkan, kendaraan besar yang hendak melewati ruas jalan tersebut aman lantaran ketinggian air hanya sampai 50 sentimeter saja.
“Kalau kendaraan besar tidak apa-apa. Tetapi, kalau kendaraan kecil takutnya mogok. Tapi, nanti kalau banjirnya sudah surut kendaraan kecil bisa lewat lagi,” kata Iwan.
Maulana A, pengemudi arah Kertosono menuju Solo menuturkan menemui penutupan sekitar pukul 00.30. Kendaraan golongan I dan truk keluar melalui gerbang Caruban dan terjadi antrean selama 30 menit.
Selepas itu, ia melalui jalan nasional Ngawi dan kembali masuk tol di Madiun. “Perjalanan selanjutnya sampai keluar Karanganyar tidak ada kendala,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply