Jembatan Mak Comblang Curug Gondoriyo Semarang Makin Syahdu

air terjun
Jembatan Mak Comblang Air terjun Curug Gondoriyo | Foto: instagram sari_mahadewa23

JoSS, SEMARANG – Air terjun Curug Gondoriyo, yang berlokasi di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang kini jadi destinasi wisata baru di Kota Semarang. Selain airnya yang dingin, beberapa keindahan alam lainnya ditawarkan seperti jembatan Mak Comblang.

Jembatan dari bambu ini diberi nama Mak Comblang karena menyambungkan Kelurahan Gondoriyo dan Beringin.

Ketua Pokdarwis Curug Gondoriyo, Arifin mengatakan Curug ini berada di tengah perkampungan warga sehingga aksesnya sangat mudah dicapai. Curug setinggi sekitar 15 meter ini berasal dari Sungai BSB (Bukit Semarang Baru) dan menyambung ke Sungai Beringin.

“Curug ini sudah ada sekitar beberapa tahun lalu, namun belum dikenal warga. Setelah BPBD mengakseskan Sungai Beringin, curug dinilai bisa jadi tempat wisata,” katanya, belum lama ini.

Tempat ini menawarkan keindahan curug dengan pemandangan alam yang masih asri dan hijau. Untuk menuju lokasi air terjun, pengunjung bisa melalui anak tangga yang dibuat oleh pengelola sekitar 200 meter.

“Yang ditawarkan curug ini selain ekowisata air terjun ada banyu anyes, yang airnya akan tetap dingin atau anyes walaupun pas musim panas. Lalu ada Talang Londo, merupakan saluran air yang menggunakan kayu jati dan sudah berumur 100 tahun,” lanjut Arifin.

Baca juga: Ini 6 Wisata Andalan yang Dilalui Kereta Joglosemarkerto

Selain itu, Arifin juga menambahkan di Curug Gondoriyo juga ada jembatan Mak Comblang. Jembatan dari bambu ini diberi nama Mak Comblang karena menyambungkan Kelurahan Gondoriyo dan Beringin.

Kemudian di bagian atas dipasangi payung warna-warni serta lampu taman yang akan menyala di malam hari. Yang menarik dari tempat ini adalah curug dibuka sampai jam 12 malam.

“Saya mengandalkan selfie lampu, saya pasang 16 lampu di air terjun, sebelumnya saya studi banding di Semarang Bridge Fountain yang air terjun menari itu. Terus di taman juga saya pasang lampu seperti yang ada di Taman Indonesia Kaya Semarang,” jelas Arifin, seeprti dikutip dari Tribunjateng.com.

“Bagus tempatnya, saya malah baru tahu kalau di sini ada curug. Kebetulan saya lagi survey ke sini,” ucap Amin (40) pengunjung Curug Gondoriyo. Curug ini baru melakukan soft launching pada Februari lalu.

Untuk sementara pengelola belum menetapkan harga tiket. Namun pengelola hanya menyediakan merchandise berupa stiker seharga Rp 5.000. Tempat ini buka dari pukul 08.00-24.00 WIB.

Rutenya dari Tugu Muda menuju arah bundaran Kalibanteng lalu Jalan Semarang-Kendal, saat tiba di Traffic Light Tugu ambil arah ke Jalan Prof Hamka, lurus terus dan ambil jalan ke arah Masjid Kapal. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*