Semarang Bridge Fountain Ikon Wisata Baru

bridge fountain
Walikota Hendrar Prihadi bersama istri, Wawali Hevearita G Rahayu dan Sekda Agus Riyanto melambaikan tangan kepada warga saat meluncurkan secara resmi Semarang Brigde Fountain (SBF) sembari menanti perayaan pergantian tahun baru 2019. | Foto: gus/joss

JoSS, SEMARANG – Meski diwarnai hujan, namun ribuan warga tidak beranjak dari jembatan Banjir Kanal Barat (BKB). Mereka antusias menanti diluncurkannya Semarang Bridge Fountain (SBF) di jembatan tersebut sekaligus menunggu penampilan bintang tami J-Rocks dalam perayaan pergantian tahun.

Hujan bahkan sudah turun sejak pukul 20.00, terus mewarnai sepanjang perayaan malam pergantian tahun yang diselenggarakan oleh Pemkot Semarang di BKB. Meski demikian, dua panggung hiburan yang didirikan yaitu di Jalan Madukoro Raya dan Jalan Bojongsalaman sudah dipenuhi masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun sejak petang.

Adapun panggung hiburan utama di Jalan Bojong Salaman dibuka oleh penampilan band indie Good Morning Everyone, kemudian juga diisi oleh band-band lokal dan. Hal itu semakin menyemarakkan rangkaian kegiatan malam pergantian tahun.

Pertunjukan di panggung utama akan di tutup oleh penampilan band Ibukota J-Rock. Untuk panggung ke dua yang berada di Jalan Madukoro Raya diisi oleh penampilan band lokal yang memainkan alat musik angklung serta penampilan dari band pengisi yang lain.

Salah satu warga yang datang, Andono (32) mengaku jika kedatangannya bersama keluarga hendak melihat SBF yang sudah viral di media sosial tersebut. Apalagi ini merupakan teknologi terbaru dan pertama di Indonesia, jadi ia penasaran.

“Video yang sudah dirilis Pemkot Semarang melalui media sosial saya melihat, bagus, karenanya kesini datang lebih awal,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Senin (31/12).

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan jika SBF merupakan ikon wisata terbaru di Semarang. Ikon ini berupa air mancur yang dihiasi berwarna-warni cahaya.

Kemudian dalam setiap gerak air juga diwarnai dengan alunan musik-musik yang tengah trend dikalangan anak muda. Ia mengatakan jika SBF merupakan satu-satunya di Indonesia karena berada di jembatan dan bukan di taman atau area terbuka.

Baca juga: Proyek SPAM Semarang Barat Jadi Pionir Skema KPBU

“Kita sebenarnya bebarengan dengan SBF juga membuat dua air mancur lagi di Taman Indonesia Kaya, di Tugu Muda. Namun ini yang paling fenomenal dan viral karena di atas jembatan,” tukasnya.

Ia pun optimis jika SBF nantinya juga akan menjadi ikon untuk Jawa Tengah. Ini diklaimnya sebagai satu-satunya di Indonesia, meski sudah ada di Purwakarta ada namun ada di taman dan datar lebih panjang ini.

“Ini penampangnya lebih luas dan ada di dua sisi utara dan selatan, karena penampangnya bisa dilihat dari empat tempat yaitu Jalan Pusponjolo, Jalan Kokrosono, Jalan Madukoro, Jalan Basudewo,” katanya.

Mulai tahun 2019, SBF akan beroperasi setiap Jumat dan Sabtu dimulai pukul 19.30 WIB sampai 20.00 WIB. Kemudian akan dilanjutkan pukul 21.00 WIB sampai 21.30 WIB.

Adapun pembuatan SBF sendiri menggunakan APBD Kota Semarang sebesar Rp 17 miliar. (Gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*