
JoSS, JAKARTA – Pernah melihat orang sekitar yang menjadi lebih galak saat ia belum makan? Atau Anda salah satunya? Jika iya, ternyata banyak orang di dunia yang memang menjadi lebih galak saat perutnya kosong.
Nasib apes menimpa Achmad Zunaidi penjual pecel lele di kawasan Pondok Gede Bekasi. Dipukuli calon pembelinya yang marah karena merasa terlalu lama pelayanannya. Karena emosi dan tak sabar menunggu pesanan diracik, dua pria itu ngamuk dan memukuli Achmad Zunaidi, belum lama ini.
Dalam sebuah penelitian menyatakan minimnya kadar gula dalam darah akan mengondisikan otak untuk berpikir, kita sedang dalam keadaan terancam. Itulah mengapa saat lapar otak akan mengirim sinyal seperti mudah emosi dan cemas.
Otak akan memberikan perintah kepada organ tubuh untuk melepaskan hormon, yang berfungsi untuk meningkatkan jumlah glukosa. Salah satunya adalah hormon adrenalin, yang muncul saat seseorang dalam situasi stres. Hormon inilah yang berperan membuat menjadi lebih sensitif dan gampang marah, apalagi saat lapar.
Istilah hangry hanya mewakili salah satu pengaruh isi perut terhadap mood atau suasana hati. Singkatan dari hungry atau lapar dan angry alias marah-marah.
Para ilmuwan sejak lama mempelajari pengaruh pola makan dengan sisi kejiwaan seseorang. Bahkan, berpengaruh pula pada komposisi biokimia di dalam tubuh yang berdampak pada keseimbangan hormon stres.
Baca juga: Begini Aturan Makan yang Menyehatkan
Beberapa fakta tentang pengaruh pola makan terhadap mood bisa disimak sebagai berikut, dirangkum dari berbagai sumber:
Sayur dan buah-buahan bisa mencegah depresi. Dalam ilmu diet Mediterrania adalah diet yang kaya sayur dan buah-buahan, juga ikan dan minyak nabati. Selain baik untuk jantung dan mengurangi risiko inflamasi, diet ini diketahui bisa mencegah depresi. Pantesan jadi bahagia kalau habis piknik ke Swedia!
Sementara itu, junk food ditengarai dapat memicu stress. Depresi kerap berawal dari stres yang terakumulasi. Makanan-makanan tinggi gula dan lemak seperti kebanyakan junk food bisa meningkatkan risiko tersebut.
Jika anda makan tidak sehat hari ini, pengaruhnya bisa muncul 1-2 hari ke depan. Bad mood kerap muncul 2 hari setelah banyak mengonsumsi kalori, lemak jenuh, dan garap natrium.
Sebaliknya, mood juga berpengaruh pada keinginan untuk makan saat anda sedang galau. Hal yang sama juga bisa terjadi saat terlalu bahagia. Keduanya, mood positif maupun negatif, sama-sama bisa berpengaruh pada pola makan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mood positif bisa memperkuat kemampuan lidah mengecap rasa manis dan mengurangi sensitivitasnya terhadap rasa asam. Sebaliknya, mood negatif membuat lidah jadi lebih kebal terhadap rasa manis. Tak heran bila saat sedih, seseorang jadi lebih banyak makan donat. (Wiek/lna)

Leave a Reply