Teror Pembakaran Mobil, Korban : Saya Tidak Berpolitik

JoSS, SEMARANG – Keamanan wilayah Kota Semarang tengah diuji. Sekitar sebulan terakhir, ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini mendapat teror berupa aksi pembakaran yang menyasar mobil dan motor.

Terbaru, pelaku pembakaran beraksi di Jalan Genuk Karanglo RT 1 RW 1, Tegalsari, Kecamatan Candisari. Mobil Sigra H 8672 FG warna hitam milik Dodi Handono (71) dibakar oleh orang tak dikenal, Jumat (1/2) pagi.

Pembakaran mobil yang tengah parkir di depan rumah itu diketahui korban usai mendengar teriakan, sekira pukul 04.15 WIB.

“Terdengar teriakan kebakaran dari luar rumah, saya lihat jendela, mobil sudah terbakar,” kata Dodi.

Dibantu sejumlah tetangga yang juga mendengar teriakan, Dodi berupaya memadamkam api dengan alat seadanya. Sekitar 30 menit api padam kemudian api bisa dipadamkan. Api membakar dan melelehkan bodi mobil bagian depan

“Beruntung api bisa segera padam dan tidak merambat ke bagian lain atau rumah,” ujar dia.

Dodi sendiri tidak mengetahui motif aksi pembakaran itu mengingat tidak merasa tengah bermusuhan dengan orang lain. Ia juga tidak menyangka jika mobilnya jadi sasaran pembakaran.

Baca juga: Lenggak-lenggok Burung Blekok di Semarang Fashion Trend Show

“Saya juga tidak berpolitik, tidak dukung mendukung calon presiden, caleg. Itu urusan masing-masing,” katanya.

Dodi berharap kasus tersebut bisa diungkap kepolisian. Sebab bukan tidak mungkin pelaku juga menyasar mobil lain.

Kapolsek Candisari Iptu Teguh Prasetyo membenarkan kasus pembakaran mobil di wilayah hukumnya bukan sekali ini saja.

“Masih kami selidiki, sudah dua kali di sini (Candisari),” kata dia.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menyatakan aksi pembakaran mobil masih menjadi penyelidikan jajaranya. Ia meminta masyarakat tenang dan tidak berasumsi sendiri tanpa disertai fakta atau bukti pendukung.

Dari data yang dikumpulkan pihaknya, Abioso menyebut serangkaian aksi pembakaran kendaraan bermotor itu terjadi jelang subuh, kisaran pukul 03.30 WIB hingga 04.15 WIB.

“Modusnya menggunakan kain, dimasukkan dalam botol plastik, pakai minyak tanah,” tutur Abi, panggilan akrab Kapolrestabes Semarang.

Kata Abi, hasil penyelidikan awal juga memperlihatkan pelaku tergolong berani saat beraksi. Keterangan saksi maupun hasil rekaman CCTV di sejumlah kejadian di Semarang melihatkan pelaku turun dari motor, mendekati mobil lalu membakarnya.

“Jadi pelakunya turun (dari motor),” imbuh dia.

Informasi yang dihimpun, kasus pembakaran mobil dengan sarana mirip molotov di Kota Semarang sudah terjadi sedikitnya 13 kali.

Diantaranya, di Jalan Puspogiwang I Semarang Barat Jumat (4/1), Jalan Irigasi Kecamatan Tugu Selasa (8/1), Jalan Gaharu Utara Kecamatan Banyumanik Kamis (10/1), Jalan Ciliwung Raya Kamis (31/1).

Pembakaran motor juga terjadi di Perum Beringin Ngaliyan Senin (28/1). Terakhir tadi pagi pembakaran mobil di Jalan Genuk Karang Lo Kecamatan Candisari.

Tak hanya di Semarang, di Kendal dan Kabupaten Semarang pun juga terjadi aksi sama. Di Kendal terjadi di tujuh lokasi yang beda, mulai 26 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019. (Joy/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*