
JoSS, SALATIGA – Jumlah penghuni Rumah Tahanan (rutan) Klas IIB Salatiga saat ini sudah over kapasitas. Warga binaan yang ada saat ini mencapai 135 orang, padahal daya tampung hanya 56 orang.
Kepala Rutan Klas II B Salatiga Hero Sulistiyono mengatakan, dalam beberapa tahun belakangan, jumlah warga binaan melebihi kapasitas. Bahkan pada 2018 lalu, jumlah warga binaan di Rutan Salatiga pernah mencapai 180 orang. Padahal kapasitasnya tidak bertambah hanya 56 orang.
“Tahun 2018 lalu rutan Salatiga Klas IIB sampai 180 orang sehingga sebagian dipindahkan ke Ambarawa dan LP Kedungpane Semarang. Tahun 2019 ini warga binaan kami 135 orang,” kata Hero Sulistyono, seperti dikutip dari KRJogja, Selasa (19/02).
Dia menjelaskan warga binaan di Salatiga ini didominasi kasus narkoba sebanyak 38 orang, 20 kasus pencurian, 16 kasus penggelapan, 17 kasus penipuan, 7 orang kasus perlindungan anak, dan 35 orang warga binaan kasus pidana lain dan dua warga binaan kasus korupsi.
Meski over kapasitas, Hero menyatakan, selama ini tidak ada kendala baik soal anggaran untuk operasional rutan maupun keamanan.. Pelaksanaan pembinaan dan kegiatan di Rutan Salatiga ini juga berjalan dengan baik.
Baca juga: Pemkot Salatiga Gratiskan Pasien DBD di Kelas 3
“Kami belum menemui kendala. Soal anggaran makan warga binaan juga cukup. Keamanan juga terpantau dengan baik dan aman. Jika jumlah warga binaan terlalu banyak baru kami pindahkan ke lapas lain,” ucapnya.
Menurut dia, untuk menjaga keamanan lingkungan Rutan Salatiga, dilakukan pemeriksaan rutin setiap pekan pada tiap kamar warga binaan. Adapun sasaran pemeriksaan adalah barang-barang larangan yang meliputi senjata tajam, narkoba, telepon seluler dan lainnya.
Pihaknya juga melakukan tes urine terhadap warga binaan dan pegawai Rutan secara berkala. hal ini untuk mencegah praktik peredaran narkoba di dalam rutan, maupun pengendalian jaringan dari dalam rutan.
“Kami juga melakukan tes urin terhadap warga binaan dan pegawai Rutan Salatiga. Ini untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba di lingkungan rutan maupun di tempat lain yang dikendalikan dari dalam Rutan Salatiga. Berdasarkan hasil tes urin, semua warga binaan dan pegawai Rutan negatif narkoba,” katanya. (lna)

Leave a Reply