
JoSS, PURWOKERTO β Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas menginginkan adanya pembangunan jalan tol di kabupaten tersebut pada lintas Ajibarang – Purwokerto.
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan jalan bebas hambatan diperlukan di wilayah yang dia pimpin untuk meningkatkan ekonomi di Banyumas. Dia mengaku pihaknya kini tengah mengajukan usulan kepada pemerintah pusat terkait rencana pembangunan infrastruktur jalan bebas hambatan tersebut.
“Jalan tol diperlukan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa,” ujarnya seperti dilansir dari laman resmi BPJT, Kamis (21/2).
Kunjungan pejabat teras Banyumas bertujuan untuk konsultasi teknis pembangunan jalan tol Ajibarang – Purwokerto dan jaringan jalan lainnya. Saat ini, Banyumas yang terletak di lintas selatan, tidak terdapat jaringan jalan tol.
Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan lintas selatan direncanakan dilalui jaringan jalan bebas hambatan sejalan dengan prakarsa ruas Cileunyi – Garut -Tasikmalaya – Cilacap dan Cilacap – Yogyakarta.
Sebelumnya, dalam catatan BPJT, PT Jasa Marga Tbk. pernah mengajukan prakarsa jalan tol Tegal – Cilacap pada 2016 lalu.
Direktur Jalan Bebas Hambatan & Perkotaan Ditjen Bina Marga, Hedi Rahadian menambahkan usulan pembangunan jalan tol harus melalui beberapa tahap.
Baca juga: Buang Sampah di Jalan, Warga Kudus Didenda Rp200.000
Dia menjelaskan, usulan pembangunan jalan tol harus masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah dan rencana jaringan jalan nasional.
Selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan dokumen pendukung, antara lain studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal.
Di luar skema itu, pembangunan jalan tol bisa diusulkan oleh badan usaha atau unsolicited. Secara umum, jalan tol yang diusulkan badan usaha harus layak secara ekonomi maupun finansial.
Seperti diketahui, tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak β Grati, Pasuruan sepanjang 933 kilometer (km) diharapkan mampu meningkatkan perekonomian lokal. Misalnya meningkatnya kunjungan ke lokasi-lokasi wisata maupun penjualan cinderamata dan kuliner khas daerah.
Pembangunan jalan tol juga mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di rest area tol sehingga tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang dan kopi lokal.
Dengan waktu tempuh lebih singkat serta berkurangnya biaya operasional angkutan logistik dapat mempertahankan industri tidak terpusat di kawasan industri seperti Karawang dan Cikarang namun bisa tersebar di daerah seperti Kabupaten Pemalang, Semarang, Kendal, Klaten dan Sidoarjo.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, manfaat dari terbangunnya tol Trans Jawa ini tidak hanya menjadi jalur penghubung transportasi antar kota, tetapi dapat di integrasikan dengan kawasan industri. Sehingga mendukung peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global.
βTol Trans Jawa akan memperlancar jalur logistik. Sehingga vendor, misalnya di Sidoarjo tidak perlu mendirikan pabrik di Karawang supaya bisa dekat dengan pabrik utama,β katanya. (lna)

Leave a Reply