Omega-3 Penting Untuk Otak Anak Pada 1.000 Hari pertama 

JoSS, JAKARTA – Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh ganda atau asam lemak esensial. Yang kegunaannya, baik untuk perkembangan sel serta perkembangan fungsi otak dan saraf.

“Untuk anak-anak, omega-3 ini lebih ke brain development. Apalagi kalau kita bicara soal 1.000 hari pertama kehidupan mereka. Pada masa itu, brain development terjadi sangat cepat,” kata Spesialis anak dr Bernie Endyarni Medise SpA(K) di sebuah diskusi yang diadakan Forum NGOBRAS belum lama ini.

Kalau si kecil sudah kekurangan Omega-3 sejak di kandungan, lanjut Bernie, otaknya tak tidak berkembang optimal.

“Kalau itu saja tidak optimal, bagaimana fungsi kognitifnya bisa baik ke depannya,” Bernie menekankan.

Selanjutnya, asupan omega-3 pun baik untuk kulit, untuk jantung, dan untuk kardiovaskular. Kekurangan sumber yang satu ini, turut memengaruhi perilaku dan atensi si Kecil.

“Berisiko pada gangguan perhatian, gangguan konsentrasi, gangguan kognitif, rewel, moody, dan mudah emosi,” ujar Bernie.

Bernie menyebut 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode kritis (critical periode) bagi anak. Dia pun mengingatkan agar para ibu jangan sampai tidak memberikan asupan omega-3, sebagai bekal masa depannya.

Baca juga: Perayaan Natal di 259 Gereja di Semarang Berjalan Aman dan Lancar

Sebab, dampak dari kekurangan asam lemak itu terjadi untuk jangka pendek dan jangka panjang.

Perlu diketahui, ada tiga asam lemak omega-3 yang utama, yang merupakan lemak tak jenuh ganda (PUFA), DHA (asam Docosahexaenoic), EPA (asam Eicosapentaenoic), dan ALA (asam alfa-linolenat).

Lebih dari 30 persen otak terdiri dari ketiga jenis lemak tak jenuh ganda ini. Penelitian menunjukkan bahwa DHA dan EPA memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kesehatan.

Terutama DHA yang berperan dalam mengembangkan struktur otak. Sementara itu, EPA mendukung kesehatan jantung dengan mengurangi terjadinya peradangan, menjaga kadar trigliserida (sejenis lemak dalam darah), dan menjaga aliran darah yang sehat di arteri.

Di sisi lain, baik DHA maupun EPA sangat penting dalam mengatur fungsi otak. Penelitian juga menemukan hubungan antara omega 3 dan Alzheimer, depresi, kinerja kognitif, dan ADHD.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Sports Science and Medicine menunjukkan bahwa lemak omega-3 dapat mengurangi nyeri otot setelah olahraga dan meningkatkan mobilitas.

Jadi apa yang terjadi jika kita kekurangan omega-3? “Kekurangan asam lemak esensial omega-3 dapat berdampak negatif terhadap struktur dan fungsi sel otak yang disebut neuron,” jelas Joe Maroon, profesor klinis neurologi di University of Pittsburgh. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*