Gatotkaca Hadir di Era Milenium

gatotkaca
Wujud awal Gatotkaca dalam video teaser di youtube | Foto: satriadewa.com

JoSS, JAKARTA – Satria Dewa Studio bersama Caravan Studio dan Magma Entertainment berkolaborasi untuk ‘meniupkan ruh’ sosok Gatotkaca ke layar lebar.

Dalam jumpa pers peluncuran teaser film Gatotkaca di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/2), sutradara Charles Gozali mengatakan, dia tak bisa menolak begitu mendapat tawaran menggarap film tersebut.

“Saya berangkat dari genre action kemudian mengarah komedi lalu budaya, kemudian ada pertanyaan kapan bikin film pahlawan Indonesia?” kata Charles seperti dirilis Kompas.com.

“Kami enggak bisa menolak tawaran untuk memberikan napas bagi Gatotkaca dalam perfilman Indonesia,” sambungnya.

Charles bercerita, tim penulis skenario melakukan berbagai macam riset yang panjang untuk meracik cerita yang akan disuguhkan kepada penonton saat ini.

“Penulisnya Bagus Bramanti dan tim cukup pusing, mencari design dan berbagai riset agar tidak terjadi kesalahan. Pakem-pakem mana yang tidak boleh diubah. Mereka melakukan riset yang cukup panjang dan berbelit,” tutur Charles.

Ia mengakui bukan hal mudah untuk menghadirkan para tokoh yang hidup pada zaman pewayangan ke dalam era masa kini. “Bagaimana kemudian menghadirkan Gatotkaca yang bisa dekat dengan penonton di zaman sekarang. Sangat tidak mudah,” ujar Charles.

Baca juga: Film Foxtrot Six Gambarkan Kondisi Indonesia di Masa Depan

“Apalagi menjawab pertanyan bagaimana mendatangkan ksatria kurawa dan pandawa yang hidup pada zaman pewayangan hadir di zaman ini,” imbuhnya.

Namun, sampai saat ini pemeran tokoh utama dalam film Gatotkaca masih dirahasiakan. Satu yang bisa dipastikan, film yang dijadwalkan akan tayang pada Februari 2020 itu turut menggandeng atlet pencak silat sekaligus aktor, Cecep Arief Rahman, sebagai penata laga.

Rene Ishak selaku produser eksekutif film tersebut mengatakan bahwa film itu akan dibikin sebagai wujud dari pelestarian karakter-karakter superhero lokal yang bisa menang bersaing dari para superhero luar negeri, baik dari kekuatan sosok maupun cerita.

“Superhero Indonesia yang keren, yang bisa ngalahin Superman, itu Gatotkaca, meski ada kelemahannya juga,” ucap Rene, beberapa waktu lalu.

Rene mengatakan pula bahwa film itu diproduksi karena banyak permintaan dari para penggemar superhero lokal. “Inspirasi kami dapatkan dari fans di Indonesia sendiri, sudah lama. Mereka inginkan superhero Indonesia yang sesuai kebudayaan Indonesia, tapi anak-anak muda sekarang suka. Akhirnya, kami memilih mencipta Satria Dewa Universe. Pertamanya, Satria Dewa: Gatotkaca,” tuturnya.

Rene Ishak juga mengatakan bahwa shooting film itu telah dimulai awal 2019. Sementara itu, daftar pemainnya masih terus digodok. Sampai saat ini Oka Antara dan M Adhiyat disebut akan membintangi film tersebut. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*