
JoSS, JOGJA – Putri Indonesia DIY Anja Litani Ariella yang menjadi salah satu finalis Pemilihan Putri Indonesia 2019, awal Maret mendatang bakal mengenakan motif batik khas Jogja, Truntum.
“Gaun ini kental dengan nuansa batik Jogja yakni motif Truntum. Kami menamai busana rancangan kami Truntum Ing Anindyaswari. Artinya kesempurnaan dan kejujuran, cantik bagai truntum yang sedang mekar,” papar salah seorang perancang busana Batik Jogja Truntum Adikarang Samawi saat pagelaran busana menuju Grand Final Puteri Indonesia 2019 di main hall Lippo Plaza Jogja, Rabu (20/2) seperti dirilis Suaramerdeka.com.
Adikarang tak sendirian dalam merancang gaun ini. Putra bungsu dari mantan Bupati Bantul Idham Samawi itu juga didampingi perancang lainnya, Okan Sukardi dalam merancang busana bentuk Slim Fit Mermaid Dress dengan pemilihan merah sebagai warna dominan.
Pemilihan merah bukannya tanpa alasan lantaran warna ini identik dengan percaya diri, berani menghadapi situasi dan tantangan tanpa meninggalkan unsur anggun dan elegan.
“Harapan kami dengan mengenakan busana ini, Anja lebih percaya diri menghadapi tantangan dalam grand final nanti. Bahkan harapan kami dia dapat melenggang hingga ke ajang internasional, Miss Universe,” kata dia.
Okan Sukardi menambahkan dipilihnya motif Batik Truntum ini pertama kali diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana yang merupakan Permaisuri Sunan Paku Buwono III.
Baca juga: Inilah 5 Tempat Wisata Belanja Batik Murah di Indonesia
“Batik motif ini bermakna cinta yang tumbuh kembali. Kami menciptakan motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi dan semakin lama semakin terasa subur berkembang atau tumaruntum,” tambah dia.
Tak hanya Evening Grown, Anja juga akan mengenakan tradisional kostum The Queen Angel from Mataram karya desainer Theo. Corak batik yang digunakan adalah batik parang yang juga salah satu identitas warga Jogja. Theo berharap karya yang dipakai putri Indonesia dalam peragaan busana nasional budaya Jogja sebagai salah satu budaya Indonesia akan semakin dikenal di mancanegara.
“Saya berharap desainer Jogja karyanya diakui di fashion carnival sebagai salah satu icon budaya dan pariwisata baik di Jogja maupun di kota lainnya,” tambah dia.
Sementara itu sang finalis Putri Indonesia yang mewakili DIY, Anja Litani Ariella mengaku sangat optimistis dengan gaun-gaun yang akan dikenakannya pada malam grand final nanti.
“Tentunya dengan gaun-gaun yang sudah disiapkan oleh tim membuat saya makin optimistis dalam ajang nanti,” sambung Angel, sapaan akrabnya.
Gadis asal Brontokusuman, Kota Jogja yang juga alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengaku sejak kecil memang bercita cita menjadi Putri Indonesia. (Wiek)

Leave a Reply