JoSS, JAKARTA – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pada Bulan Februari diprediksi curah hujan masih tinggi, sebanyak 16 provinsi bakal diguyur hujan lebat, dan berpotensi gelombang tinggi di sejumlah perairan.
Dikutip dari laman www.bmkg.go.id, Sabtu (2/2), BMKG menganalisis bahwa saat ini ENSO (El Nino Southern Oscillation, status: lemah) dan IOD (Indian Ocean Dipole, status: netral) tidak cukup signifikan mengurangi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
MJO (Madden Julian Oscillation) fase kering diperkirakan akan aktif dan kurang berkontribusi pada pembentukan awan khususnya di wilayah Indonesia bagian barat hingga dua minggu ke depan.
Nilai Anomali Suhu Muka Laut di sebagian wilayah Perairan Indonesia selama bulan Februari diperkirakan lebih hangat dari normalnya, kondisi ini cukup berkontribusi terhadap penambahan suplai uap air di wilayah Indonesia.
Sirkulasi tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sekitar Maluku dan Papua yang mengakibatkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan.
Prediksi curah hujan pada bulan Februari 2019 menunjukkan bahwa curah hujan tinggi berpeluang terjadi di:
Sebagian Aceh, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Baca juga: Saat Musim Hujan Waspadai 3 Penyakit Ini
Sementara itu, potensi curah hujan tinggi ini seiring dengan prediksi puncak musim hujan di akhir Januari hingga Februari 2019 di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sedangkan potensi hujan sedang – lebat masih berpeluang terjadi pada tanggal 31 Januari – 07 Februari 2019 di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah daerah ini juga berpotensi mengalami hujan lebat dan sedang, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
BMKG juga mengimbau waspadai potensi kejadian gelombang tinggi (2.5 – 4.0 m) di perairan Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTB, Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Babar – Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei – Aru, Laut Arafuru, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Kep. Halmahera, dan Laut Halmahera.
Selanjutnya potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di Perairan Utara Papua Barat Hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua dan Perairan Yos Sudarso. (lna)

Leave a Reply