Tradisi Ciuman pada Malam Tahun Baru

JoSS, JAKARTA – Kebiasaan masyarakat Amerika yang kini ditiru sebagian anak muda di seantero jagad adalah berciuman saat pesta di malam pergantian tahun.

Asal mula ciuman saat malam Tahun Baru yang berkembang di masyarakat Barat kemungkinan berasal dari Jerman.

Dikutip dari New York Times, Alexis McCrossen, penulis Marking Modern Times: A History of Clocks, Watches, and Other Timekeepers in American Life menunjukkan, salah satu referensi yang tercatat pertama kali soal berciuman di tengah malam pada malam pergantian tahun.

Tradisi itu dilakukan pertama kaliny saat perayaan Tahun Baru di New York City, 3 Januari 1863.

Baca juga: Tonga Kerajaan Pertama Yang  Rayakan Tahun Baru 2019, AS Terakhir

“Malam Tahun Baru adalah waktu yang tepat di antara orang-orang Jerman (di Amerika Serikat), yang berkumpul di sekitar api unggun, ruang publik, dan rumah untuk menikmati musik, lagu, drama dan sandiwara, keceriaan dan kegembiraan,” kata Alexis, dilansir dari Time, 31 Desember 2018.

Artikel tersebut memaparkan, “Ketika jam berbunyi tepat tengah malam, semua perayaan berhenti sejenak. Mereka mendengarkan detik-detik pergantian tahun. Kemudian para pasangan, baik tua maupun muda saling berciuman hangat.”

Seperti dirilis Liputan6.com, kian lama tradisi berciuman di malam Tahun Baru menyebar ke luar komunitas imigran Jerman, tak hanya di New York City.

“Kota-kota mulai semakin besar, semakin banyak imigran datang, terutama dari Eropa,” ujar Alexis, profesor sejarah di Southern Methodist University.

“Jerman punya pengaruh besar terhadap budaya dan tradisi orang Amerika.”

Jerman dipandang lebih terhormat. Orang Amerika mengadopsi kebiasaan para pendatang baru abad ke-19, salah satunya budaya dari Jerman.

Tradisi berciuman di malam Tahun Baru pun menyebar hingga ke penjuru Amerika.

Setelah lampu warna-warni diperkenalkan pada tahun 1880-an, pilihan kehidupan malam mulai berkembang. Kebiasaan yang wajar bagi orang-orang untuk pergi keluar kota pada malam Tahun Baru sampai tengah malam.

“Dan bagi orang-orang terkasih yang bersulang di tengah malam, adalah wajar untuk berbagi ciuman. Sempat juga ada larangan menyalakan kembang api tahun 1907. Ini memaksa warga New York menemukan cara baru untuk merayakannya. Jadi, mereka mengadakan pesta dansa,” Alexis menambahkan. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*