JoSS, JAKARTA – Dua nama pembawa acara berita masing-masing Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki ditetapkan sebagai moderator Debat Pilpres 2019 Putaran II pada 17 Februari 2019 mendatang.
Kedua nama tersebut ditetapkan melalui kesepakatan antara Komisi Pemilihan Umum ( KPU), tim kampanye Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga serta stasiun televisi penyelenggara debat kedua.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan keduanya telah mendapat persetujuan dari ke tim kampanye masing-masing capres-cawapres. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, wajib bagi KPU untuk mendapat persetujuan tim kampanye capres-cawapres sebelum menetapkan nama moderator.
“Kami sepakati moderatornya, kami tetap menggunakan pola dua moderator, pertama Tommy Tjokro, kedua Anisha Dasuki,” katanya, Jumat (25/1).
Arief mengatakan, usai rapat KPU akan menghubungi Tommy dan Anisha untuk diminta kesediannya sebagai moderator debat. Hanya saja keduanya bisa batal kalau menyatakan tidak bersedia, ujar Arief.
Keduanya memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia karena kepiawaiannya membacakan berita dan memandu sejumlah acara resmi. Berikut riwayat karier keuanya di dunia pertelevisian Indonesia.
Baca juga: Ira Koesno, Pernah Kena Sanksi Saat Era Soeharto Soal ‘Cabut Gigi’
Tommy Tjokro memulai kariernya sebagai presenter Metro TV pada 2003-2012, kemudian berpindah ke Bloomberg TV pada 2012-2015. Selanjutnya Tommy melanjutkan karier di iNewst TV pada 2015-2016 yang kemudian berpindah lagi di RCTI dari 2016 sampai sekarang.
Sementara itu, riwayat karir Anisha Dasuki menjadi Presenter MetroTV kemudian pindah ke iNews.
Untuk debat kedua, tema yang diangkat adalah soal energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Debat akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta. Empat stasiun televisi akan menyiarkan debat, yaitu RCTI, JTV, MNC TV, dan INews TV.
Sementara itu, menanggapi soal moderator debat capres, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan baginya tidak ada masalah dengan siapa yang ditunjuk KPU menjadi moderator. Pasalnya, sebagai moderator mereka akan mempertaruhkan integritas mereka.
“Buat saya, siapapun monggo, moderator ini kan menjaga integritas dirinya. Berpihak pada salah satu paslon, itu namnya bunuh diri. Tapi kalau berpihak pada rakyat dengan pertanyaan yang tajam maka mereka sedangkan membangun karakter diri,” ujarnya.
Lebih jauh Mardani mengatakan bahwa moderator merupakan aktor terpenting dalam pendidikan publik. Moderator juga akan menjadi guru terbaik dengan pertanyaannya yang dalam.
“Jadilah guru yang terbaik bagi masyarakat dengan pertanyaan yang dalam dan tajam, tidak menyerang sambail menjelaskan memang kualitas capresnya sampai di sini,” katanya. (lna)

Leave a Reply