Sosok Almarhum Agoes Dhewa di Mata Sahabat

Agoes Dhewa
Wartawan Senior Tri Agus Putranto 'Agus Dhewa' berpulang | Foto: istimewa/linakasih/JoSS

JoSS, SEMARANG – Insan pers di Semarang berduka. Wartawan senior sekaligus pegiat seni dan budaya Agoes Dhewa meninggal dunia di RSUP Dr. Kariadi Kota Semarang, Minggu (20/1) petang setelah beberapa bulan terakhir menderita kanker hati stadium lanjut.

Jenazah akan dikebumikan Senin(21/1) di TPU Ngaglik Gunung Sawo, Semarang, pukul 11.30.

Di kalangan sejawatnya, pria bernama asli Tri Agus Putranto itu semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang periang dan memiliki semangat besar dalam mengembangkan dunia seni dan budaya.

Budayawan dan Penyair Senior Timur Sinar Suprabana mengatakan dari sisi personal, almarhum salah satu teman yang steril dari berbagai konflik pergaulan. “Sejak saya mengenalnya di tahun 80-an, semasa hidupnya tidak pernah punya konflik dalam pergaulan,” katanya kepada JoSS.co.id, Minggu (20/1).

Timur menuturkan, Agoes Dhewa adalah penyair aktif, memalui karya-karyanya mulai paruh 80-an. Belakangan pria yang tutup usia 58 tahun itu dikenal sebagai pegiat sastra dengan jargonnya ‘Sastra Pelataran’ dan memberikan kontribusi positif terhadap pola kesusastraan di Semarang dan  Jawa Tengah.

“Saya berharap ke depan  ‘Sastra Pelataran’ ini ada yang meneruskan,” ujarnya. Di saat-saat terakhir hidupnya, Agoes Dewo bersama sastrawan lain yaitu Timur Suprabana dan Beno Siang Pamungkas membuat sebuah buku berjudul ‘Ayat Dewa Pamungkas Dari Timur’.

Timur menuturkan, awalnya buku ini akan di luncurkan pada November 2018, namun karena kondisi almarhum saat itu tengah sakit sehingga peluncurannya ditunda.

“Sempat ditunda sampai 5 Januari 2019, namun karena kondisi kesehatan terus menurun akhirnya belum terealisasikan. Kini, saya dan kawan-kawan sepakat meluncurkan bersamaan dengan peringatan 40 hari beliau,” tuturnya.

Baca juga: Lama Berjuang Melawan Stroke, Robby Tumewu Meninggal Dunia

Agoes juga aktif di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah, Mantan wartawan Harian Wawasan dan pernah di TPI ( sekarang MNC TV).  Selama hidupnya, ia juga beberapa kali menggelar kegiatan seni di halaman Gedung Pers.

Ketua Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah Damar Sinuko mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya sosok sahabat yang baik, humoris dan hangat. Almarhum selalu memiliki ide-ide cerdas dalam mengembangkan seni dan budaya.

“Yang terakhir, almarhum minta saya untuk ‘mandegani’ launching buku almarhum berjudul ‘AYAT DEWA PAMUNGKAS DARI TIMUR’, yang disusun bersama Gus Mus, Beno Siang Pamungkas dan Timur Sinar Suprabana. Jadi, saya dan kawan-kawan akan mewujudkan keinginan almarhum, nanti pada saat peringatan 40 hari beliau,” kata Damar.

Di mata politisi Gerindra, Sriyanto Saputro, almarhum adalah sosok sahabat yang selalu mampu menghidupkan suasana, periang dan tidak pernah kehabisan bahan untuk melucu, dia juga seorang muslim yang taat beribadah.

“Dalam situasi apapun almarhum sanggup untuk membuat orang tertawa, bahkan di saat-saat sakitpun. Tak heran jika Agoes Dhewa adalah sahabat dalam segala suasana bahkan saat suntuk dan banyak beban pekerjaan, bertemu dengannya akan membuat semua tertawa,” tuturnya.

Dalam penyelenggaraan even-even, lanjutnya, Agoes Dhewa dikenal sebagai event organizer yang handal. “Saat saya menjadi Pimred Wawasan, Agoes Dhewa memegang beberapa program acara seperti Pesta Rakyat dan Road Show, dan selalu sukses,” ujar Anggota Komisi A, DPRD Jateng ini.

Agoes juga aktif di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah. Selama hidupnya, ia juga beberapa kali menggelar kegiatan seni di halaman Gedung Pers Jawa Tengah.

“Agus Dhewa yang saya kenal adalah sosok yang kritis dan tajam dalam membuat berita maupun tulisan,” kata wartawan senior Toto Marwoto.

Selamat jalan Mas Agoes Dhewa… (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*