Rudy: Semua Civitas Akademika Harus Bisa Main Gamelan

Civitas
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo | Foto: instagram

JoSS, SOLO – Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo terus berupaya melestarikan kesenian tradisional gamelan di kalangan generasi muda yang semakin tergerus oleh perkembangan teknologi gadget. Untuk itu pemerintah akan terus menganggarkan pengadaan gamelan untuk sekolah menengah berprestasi di wilayah ini.

Rudy menambagkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo yang berprestasi di minimal di tingkat kota akan diberi hadiah berupa seperangkat gamelan lengkap.

“Kalau ada yang menang lomba misalnya, langsung dianggarkan dapat gamelan,” katanya, saat menyerahkan gamelan ke SMP 4 dan SMP 26 Solo, belum lama ini.

Menurut dia hadiah gamelan diberikan untuk memompa semangat sekolah agar lebih sungguh-sungguh dalam memajukan pendidikan di Solo, selain itu pengadaan gamelan ini juga sebagai upaya memelihara seni dan budaya lokal di Solo.

“Walaupun pelan-pelan ini kami anggarkan juga, tahun ini di perubahan diusahakan nambah 10 lagi, bisa untuk SMP atau kelurahan yang belum punya,” imbuh Rudy.

Dia menuturkan pihaknya tak ingin kesenian tradisional tersebut hilang tergerus zaman karena tidak ada lagi yang melestarikan. Sebagian pelajar saat ini lebih memilih menyibukkan diri dengan gadget ketimbang bersosialisasi (bermain), apalagi memainkan musik tradisional.

Baca juga: BRT Solo Raya Bakal Beroperasi 2020

Seperti diketahui, pemerintah Kota Solo menyalurkan lima gamelan lengkap kepada SMPN 26, SMPN 4, Kelurahan Mangkubumen, Kelurahan Sumber, dan Kelurahan Tegalharjo.

Secara simbolis gamelan tersebut diserahkan oleh Wali Kota Solo saat mider praja di SMPN 26, Jumat (25/1).

Rudy berharap gamelan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, untuk mendukung pelaksanaan pendidikan kesenian di sekolah dan membangkitkan kembali semangat generasi muda terhadap kesenian tradisional. “Silakan tiap hari dimainkan, jangan hanya jadi pajangan,” kata dia.

Ia berharap gamelan dimanfaatkan oleh semua civitas akademika, baik pelajar, karyawan hingga guru, semuanya harus bisa memainkan gamelan. “Semua harus bisa, guru, karyawan, kepala sekolah dan murid belajar bareng,” kata dia.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kinkin Sultanul Hakim, menambahkan pengadaan gamelan ini sebagai salah satu upaya melestarikan budaya. “Daripada main gim atau malah tawuran, mending belajar gamelan, karena ada pembentukan karakter di gamelan, bisa melatih kesabaran, kehalusan, kesabaran dan lainnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Tribunsolo.

Lebih lanjut ia mengatakan, lima gamelan ini menelan anggaran lebih dari 1 miliar rupiah dari APBD 2018. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*