Relokasi SMPN 16 Semarang Tunggu Keputusan Pemkot

SMPN 16 Semarang
SMP 16 Semarang | Foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Proses relokasi lahan SMPN 16 Semarang yang terdampak pembangunan Tol Semarang-Batang hingga kini belum bisa direalisasikan. Sementara empat lahan yang dipilih masih menunggu keputusan Pemkot Semarang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengatakan proses appraisal saat ini masih berjalan untuk menilai lahan mana yang akan diajukan kepada Pemkot Semarang untuk dipilih sebagai tempat relokasi sekolahan tersebut yang berada di daerah Ngaliyan Semarang tersebut.

Dia menuturkan, saat ini sudah ada empat calon lahan relokasi di antaranya yang berada di eks bengkok Kelurahan Wates Kecamatan, dan tiga lahan di Kelurahan Beringin Kecamatan Ngaliyan.

“Kami belum bisa menentukan, nanti terserah dari Pak Walikota dan Pak Sekda, mana yang akan dipilih dari 4 lahan itu. Semoga bisa cepat,” katanya kepada JoSS.co.id di Semarang, Rabu (16/1).

Dia menuturkan dari total satu hektar lahan SMPN 16,  hampir separuhnya terkena dampak pembangunan tol Semarang-Batang. Kondisi tersebut juga sempat mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Yang terkena dampak pembangunan hampir separuh. Sehingga lahan sisanya tidak mungkin bisa dimanfaatkan untuk SMP. Sehingga mau tidak mau harus direlokasi,” tukasnya.

Gunawan berharap, proses relokasi bisa berjalan lancar sehingga segera dibangun gedung sekolahan sebelum siswa direlokasi agar proses belajar mengajar tidak terganggu. Dia tidak ingin terjadi kasus seperti saat proses relokasi SD Tambak Aji dan SD Ngaliyan.

Baca juga: Normalisasi BKT, 97 KK Pindah ke Lahan Reklamasi

Dimana gedung-gedung di lahan lama dihancurkan terlebih dahulu. Sehingga pihak sekolah harus mencari gedung sementara untuk mengungsi sembari menunggu gedung di lahan baru terbangun.

“Itu kasihan siswanya, kalau SMP kita mau menyewa dimana? Sehingga kita berharap untuk proses tanah pengganti SMP 16 Semarang ini cepat selesai,” katanya.

Dia menjelaskan setelah appraisal tersebut selesai, masterplan pembangunan sekolah di lokasi baru akan dilaksanakan. “Saya berharap pembangunannya bisa dilakukan pada tahun ini mengingat proses pemilihan lahan relokasi sudah berjalan dua tahun,” ujarnya.

Direktur Pengadaan Lahan PT Jasamarga Semarang-Batang (JSB), Hadi Susanto mengatakan pihaknya masih menunggu proses appraisal tersebut selesai. Adapun prosedur relokasi SMP N 16 Semarang menurut Undang-Undang nomer 2/2017, pengadaan tanah domainnya PPK lahan dan BPN di mana setelah tanah sudah tersedia, proses pembangunan baru bisa dilaksanakan. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*