Pengundian Lapak Pasar Wonodri Dilakukan Bertahap

pasar-wonodri
Proses pengundian lapak pedagang Pasar Wonodri | foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang tengah melakukan pengundian lapak pedagang untuk Pasar Wonodri Baru. Pengundian yang dilakukan di aula Kantor Kelurahan Wonodri ini dilakukan secara bertahap hingga Minggu (20/1). Hal itu dilakukan karena jumlah pedagang yang cukup banyak.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakn pengundian sudah dilakukan sejak Kamis (17/1), total pedagang yang mengikuti undian mencapai 884 orang.

“Pengundian kita lakukan bertahap sampai hari Minggu (20/1). Dengan harapan Senin (21/1) pasar atau kegiatan pedagang sudah bisa beroperasi,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Jumat (18/1).

Dijelaskan, dari total 884 pedagang, 300 di antaranya akan ditempatkan di lantai satu. Sebanyak 300 pedagang lainnya berada di lantai dua sedang sisanya harus menggunakan lantai tiga.

Pihaknya memberi batas waktu 7 hari bagi pedagang untuk masuk ke bangunan Pasar Wonodri Baru. Pasalnya, semua pedagang dilarang kembali berjualan di jalan karena mengganggu ketertiban.

“Beberapa pedagang memang ada yang khawatir tidak semua pedagang mau masuk. Namun kami tegas harus semua masuk disini, kami beri waktu tanggal 25 maksimal,” tukasnya.

Baca juga: Lapak Sempit Pasar Wonodri Munculkan Persoalan Baru

Adapun keluhan pedagang Pasar Wonodri yakni keberadaan pedagang yang berada di depan Ruko Metro dikhawatirkan akan mempengaruhi jumlah pembeli yang masuk ke bangunan baru yang notabenya lebih jauh dan memiliki tiga lantai.

“Yang menjadi keluhan pedagang yang gang di metro, itu kan selalu menganggu lalulintas, saya sudah pastikan begitu mereka pindah kesini seminggu akan kami bongkar dan akan kami relokasi,” ungkapnya.

Penertiban pedagang yang berada di depan Ruko Metro, lanjut Fajar dapat menimbulkan kecemburuan bagi pedagang Pasar Wonodri. Oleh karenanya, pihaknya berjanji pasca semua pedagang pindah ke dalam bangunan baru, akan dilakukan penertiban untu pedagang metro.

“Karena apa? pasti akan menimbulkan kecemburuan, karena masyarakat kita terbiasan mencari tempat yang dekat, pasti jika metro kita biarkan, pembeli akan lari kesana. kita pastikan setelah persemian kami akan lakukan penataan disana,” ungkapnya.

Terkait dengan zonasi penempatan pedagang Pasar Wonodri, Fajar menjelaskan pihaknya hingga saat ini masih melakukan koordinasi dengan pedagang, sehingga untuk zonasi pedagang belum dapat ditentukan.

“Zonasi, masih kita petakan, dan kita rembug dengan pedagang,” imbuhnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*