Pedagang Pasar Ikan Hias Segera Direlokasi

Pasar ikan hias
Pasar ikan hias | Foto: google/ridho somat

JoSS, SEMARANG – Pedagang pasar ikan hias di Jalan Kenari Kawasan Johar akan segera dipindah ke Jalan Agus Salim untuk sementara waktu menyusul adanya proyek pembangunan gorong-gorong sebagai bagian dari revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Paguyuban Pedagang Ikan Hias Kenari dan kontraktor pelaksana revitalisasi Kota Lama.

Para pedagang sebelumnya menempati lapak di Jalan Kenari dan akan dipindah sementara ke Jalan Agus Salim.

“Setelah ada pembicaraan terkait relokasi, baik dengan pihak pelaksana pembangunan Kota Lama dan Pemkot Semarang, disepakati bahwa pedagang tidak dipindah secara permanen,” katanya, kepada JoSS.co.id, Rabu (19/12).

Dia menambahkan waktu pemindahan para pedagang ikan hias tersebut masih menunggu kabar dari  pihak pelaksana proyek revitalisasi. Prinsipnya meski bersifat sementara pemindahan pedagang tersebut tetap mengedepankan kenyamanan dalam berjualan.

Sebelumnya, lanjutnya, banyak pedagang yang mengaku khawatir jika dipindah sementara ke lokasi yang jauh maka akan berpengaruh kepada omzet dagangannya. “Kalau sudah komunikasi seperti ini, dia tidak was-was dan ada kepastian secara emosional jika mereka tidak pindah permanen,” katanya.

Hingga saat ini para pedagang di pasar ikan hias tersebut bersikap kooperatif. Artinya menerima dengan apa yang sudah diputuskan untuk pindah sementara. Selain itu, lanjutnya, setelah pembangunan gorong-gorong selesai pedagang bisa kembali ke Jalan Kenari.

Baca juga: Pemkot Dorong Pembangunan Tol Semarang-Demak Jadi Proyek Strategis

“Nanti kiosnya disini (Jalan Kenari) juga akan ditata, dan dirapikan. Sehingga penjual menajadi nyaman dan pengunjung yang datang juga senang,” tuturnya. Untuk sementara mereka akan menempati kios semi permanen di pinggir jalan Agus Salim.

Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Hias Jalan Kenari Chafidin mengaku mendukung langkah Dinas Perdagangan tersebut dan setuju untuk dipindah.

Ia mengakui jika sebelumnya memang muncul kekhawatiran mereka akan dipindah ke tempat yang lebih jauh dan bersifat tetap. Namun, akhirnya disepakati jika mereka tetap tidak akan dipindah secara permanen.

Namun pemindahan hanya bersifat sementara sampai pembangunan gorong-gorong selesai. Ia sendiri sudah berjualan ditempat tersebut sejak 1991 artinya sudah 27 tahun. 

Sehingga, secara prinsip ekonomi sudah banyak pelanggan ia miliki. Jika ia dipindah jauh, maka akan berpengaruh kepada pelanggannya otomatis, juga berpengaruh kepada omzet.

“Kalau jauh repot karena kios ikan hias berbeda dengan pedagang lain dari segi air, listrik kualitas berbeda. Kalau dipindah jauh juga kasihan kami,” katanya. 

Ia pun berharap pembangunan gorong-gorong segera rampung dan ia dapat pindah ke Jalan Kenari seperti sediakala. Saat ini jumlah kios pedagang ikan hias di Jalan Kenari itu sebanyak 47 sedangkan jumlah pedagang lebih sedikit yang hanya 35 orang. 

“Kita memang berharap ini dibuat lebih baik sehingga pengunjung lebih nyaman jika datang kesini,” ujarnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*