
JoSS, SOLO – Sejumlah pelaku usaha industri pengiriman barang yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) akan melakukan penyesuaian tarif pengiriman barang.
Ketua Asperindo DPD Solo, Titis Pramu Sadewa, mengatakan pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk menindaklanjuti naiknya tarif kargo pesawat yang berimbas pada kenaikan harga pengiriman.
Dia menambahkan langkah yang akan diambil dari para anggota Asperindo salah satunya adalah dengan melakukan penyesuaian tarif jasa pengiriman barang yang didasarkan pada penghitungan dan kebijakan yang diterapkan di masing-masing perusahaan.
Dia menilai, penyesuaian tarif ini harus segera direalisasikan dan disosialisasikan kepada konsumen pengguna jasa pengiriman karena kenaikkan tarif kargo pesawat lebih dari 100%.
Hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya operasional perusahaan jasa pengiriman barang.
“Kenaikan [tarif kargo] terjadi signifikan, lebih dari 100%, sehingga akan berpengaruh terhadap biaya operasional penyedia jasa pengiriman barang. Tentunya harga harus menyesuaikan komponen ongkosnya,” katanya seperti dikutip dari Bisnis.com, Rabu (16/1).
Baca juga: Era Industri 4.0 Ancaman Bagi 52,6 Juta Pekerjaan Konvensional
Selain itu dari anggota Asperindo juga berencana untuk beralih ke fasilitas transportasi lain untuk pengiriman barang.
“Intinya kami mengarah ke transportasi alternatif. Meskipun untuk jalur udara sebenarnya tidak bisa menghindar terlebih untuk pengiriman cepat. Tapi untuk pengiriman satu pulau akan diupayakan dengan angkutan lain,” kata dia.
Di sisi lain dia mengatakan di tingkat nasional, Asperindo telah menggelar pleno akbar untuk menyikapi peningkatan tarif kargo pesawat tersebut.
“Baru saja, Senin [14/1] kemarin. Hasil pleno akan disampaikan ke pihak-pihak terkait termasuk pemerintah. Diharapkan nantinya ada kebijakan yang bisa menyikapi hal itu,” terang dia.
Menurutnya peningkatan tarif kargo juga akan berdampak pada kegiatan UMKM yang membutuhkan jasa pengiriman barang dalam transaksinya.
Dikatakannya, peningkatan tarif kargo sudah terjadi sejak akhir 2018 lalu secara bertahap. Sementara itu dari keterangan salah satu maskapai, kenaikan tarif kargo mulai terjadi di Desember 2018.
Distrik Manager Sriwijaya Air Solo, Taufik Sabar, mengatakan kenaikan terjadi sekitar tiga kali lipat dari harga sebelumnya.
“Peningkatannya terjadi secara bertahap. Kenaikan dari Rp2.000 [/kg] ke Rp6.000. Tapi harga relatif hampir sama, tidak ada perang harga,” kata dia. Meski ada kenaikan tarif, layanan kargo masih diminati. (lna)

Leave a Reply