
JoSS, JAKARTA – Era revolusi industri 4.0 bak pisau bermata dua. Pasalnya, industri digital ini akan memunculkan 3,7 juta pekerjaan baru, namun mengancam eksistensi 52,6 juta pekerjaan lama. Di masa mendatang industri akan banyak dipengaruhi oleh kehadiran big data.
Hal itu diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam Seminar Nasional yang di selenggarakan oleh The Habibie Center bersama Hanns Seidel Foundation, Jakarta Kamis (13/12).
“Saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0. Dalam era ini 3,7 juta pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak ekonomi digital dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi hilang,” katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Dia menuturkan masa depan pekerjaan dalam era revolusi industri 4.0 akan banyak dipengaruhi oleh kehadiran big data.
“Dibandingkan dengan era revolusi industri sebelumnya, generasi ke 4.0 lebih sulit untuk diprediksi arah perubahannya. Kehadiran big data menjadi faktor penting yang melandasi perubahan tersebut,” katanya.
Sehingga, kata dia, penciptaan tenaga kerja kompeten secara kualitas, kuantitas, dan persebaran menjadi kunci.
“Saat ini, terjadi perubahan paradigma terhadap pekerjaan. salah satu pola yang terbentuk adalah manusia tidak lagi mengejar status pekerjaan tetap, tetapi memilih untuk tetap bekerja,” katanya.
Dia memaparkan tiga kelemahan pekerja Indonesia, yang pertama adalah mengenai karakter dan etos kerja. Di dunia kerja, kata Hanif, karakter menjadi modal utama agar pekerja siap bersaing di pasar kerja global.
Baca juga: PT Inka Kebanjiran Order dari Bangladesh dan Filipina
Sementara itu, terkait ketersediaan lapangan kerja Hadi Kuntjara, Direktur Eksekutif The Habibie Center menambahkan bahwa keadilan sosial dalam Sila kelima dari Pancasila dapat dipenuhi melalui ketersediaan lapangan kerja yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Namun, persaingan global kualitas tenaga kerja dan keniscayaan hadirnya disrupsi teknologi, merupakan tantangan yang harus dihadapi tenaga kerja Indonesia yang 60 persennya masih didominasi lulusan SD-SMP,” tegasnya.
Seminar Nasional yang mengambil tema ‘Keadilan Sosial dan Tantangan Ketersediaan Lapangan Kerja di Indonesia” menghadirkan empat pembicara lainnya. Mereka adalah Greg Chen (Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Anis Hidayah (Aktivis Migrant Care), Muhamad Reza (CEO Toleap Inkubator Bisnis), dan Umar Juoro (Dewan Pakar The Habibie Center). (lna)

Leave a Reply