JoSS, SOLO – Masyarakat pengguna moda transportasi kereta api dan bus mengeluhkan terbatasnya jam operasional jembatan penghubung Stasiun Balapan dengan Terminal Tirtonadi yang hanya mulai pukul 06.00-18.00 WIB.
Pasalnya saat kereta api datang pada malam hari, masyarakat harus memutar jauh dan harus naik ojek untuk bisa menuju Terminal Tirtonadi karena jembatan sudah ditutup.
Ditemui di jembatan antarmoda setempat, seorang pengguna jembatan penghubung Theodora Kusuma, mengaku cukup terbantu dengan keberadaan sky bridge itu. Namun dirinya kurang puas dengan jam operasional yang diterapkan.
“Kadang kalau kereta turun malam kan sky bridge-nya ditutup, padahal harus melanjutkan naik bus lagi buat ke Gemolong ” katanya Rabu (30/1), seperti dikutip dari TribunSolo.com.
Jika jembatan penghubung itu ditutup dirinya harus naik ojek untuk memutar dari stasiun menuju ke terminal. Keluhan juga diungkapkan salah satu pengguna asal Sragen, Benny Ardianto.
Dirinya kerap menggunakan bus untuk menuju ke terminal sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta mengunakan kereta cepat. Sekali waktu dirinya pernah harus jalan ratusan meter karena jembatan antarmoda sudah terlanjur di tutup.
“Saya pas malam mau lewat tapi ternyata sudah tutup, sejak itu malah tahu kalau hanya dibuka sampai Magrib saja,” ujarnya.
Keberadaan jembatan itu memang sangat membantu masyarakat pengguna moda transportasi baik kereta maupun bus. Dengan jembatan tersebut, Stasiun Balapan dengan Terminal Tirtonadi yang berjarak 1,5 km dan dapat dipangkas menjadi 653 meter.
Baca juga: BRT Solo Raya Bakal Beroperasi 2020
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta Joko Supriyanto bakal segera berkoordinasi dengan pihak Stasiun Solo Balapan.
“Kan ada juga kereta yang datang setelah magrib, selepas jam itu, sebagian yang hendak masuk terminal biasanya memang memutar, sehingga memenuhi depan terminal dan membuat lebih padat,” katanya.
Berdasarkan pendataan terminal, rata-rata pengguna jembatan ini mencapai lebih dari 300 orang/ hari.
Dengan banyaknya pengguna jembatan tersebut, pihak terminal merasa perlu mengoptimalkan operasional Sky Bridge.
Yakni dengan memperpanjang jam operasionalnya. “Sudah kami kordinasikan dengan Stasiun Balapan tapi karena alasan keamanan dan jumlahnya belum banyak maka belum dilakukan,” katanya.
“Karena pelintas sky bridge yang turun ke stasiun langsung masuk peron, hal ini perlu dikomunikasikan,” katanya. Sedangkan untuk keamanan dilakukan oleh kedua belah pihak yakni stasiun dan terminal.
“Makanya kami pun sudah kirim surat permohonan terkait operasional 24 jam ini,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply