JoSS, SEMARANG – Kawasan Semarang bagian barat dan timur kota saat ini menjadi incaran investor untuk menanamkan modalnya padasejumlah proyek strategis akan dibangun di kedua wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Ulfi Imran Basuki, mengatakan kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) menjadi kawasan yang diincar di wilayah barat.
Sejumlah proyek investasi sudah siap dibangun di antaranya kampus Unika Soegijapranata, mall BSB, rumah sakit di BSB dan gedung BCA.
“Di tahun ini banyak proyek investasi yang dikerjakan di dua wilayah tersebut. Sepertinya pengembang lebih suka ke arah barat dan timur seiring dengan dirampungkannya pembangunan jalan tol penghubung Jakarta dan Surabaya,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Selasa (15/1).
Adapun di wilayah timur, proyek investasi akan dibangun Transmart Penggaron, rumah sakit di Pedurungan, Gedung Expo di Pedurungan dan masih banyak lagi. Diakui, saat ini investor lebih memilih untuk menanamkan modalnya di kedua wilayah tersebut.
Beberapa proyek investasi juga dilaksanakan menyebar di sejumlah wilayah. Seperti akan dibangun Rumah Sakit di Mijen, apartemen di Ngaliyan, rumah sakit, mal dan apartemen Lippo Group di Srondol, Superindo di sejumlah wilayah dan lainnya.
“Pembangunan proyek investasi di kedua wilayah tersebut sangat tepat karena di pusat kota sudah terlalu padat dan ramai. Investor justru memilih di lokasi yang masih potensial dan belum sepadat seperti di tengah kota,” tukasnya.
Baca juga: Tia: Rumah Kreatif Untuk Pengembangan Digitalisasi UMKM di Semarang
Pihaknya mencatat, realisasi investasi yang masuk ke Kota Semarang terus meningkat setiap tahunnya. Realisasi investasi pada tahun 2016 mencapai Rp9,5 triliun, tahun 2017 mencapai Rp20,5 triliun dan tahun 2018 lalu meningkat menjadi Rp27,5 triliun.
Tahun ini Ulfi menargetkan realisasi investasi yang masuk ke Kota Semarang bisa lebih meningkat lagi dari tahun 2018 lalu. Dikatakannya, tahun lalu dari jumlah tersebut didominasi oleh investasi properti berkontribusi sampai 60 persen dimana sebagian besar adalah investasi di bidang apartemen, perumahan, hotel, mal lalu menyusul investasi di bidang industri yaitu industri kayu, kertas, garmen dan lainnya.
Manager Marketing BSB City Harry Setiawan menambahkan kehadiran Unika dan gedung BCA di BSB akan menggairahkan Kota Semarang di wilayah barat. Wilayah ini terus bergairah dan menjadi wilayah yang seksi bagi investor.
Paling tidak ada 6.000 mahasiswa akan kuliah juga ada ratusan karyawan di Gedung BCA. Selain universitas, perbankan, dealer mobil Honda juga sudah menempati kawasan BSB.
Di BSB juga terdapat kawasan industri yang sudah beroperasional seperti Kubota, pabrik motor Viar dan lainnya.
“Kehadiran kawasan industri membuat BSB makin dilirik investor untuk menanamkan modalnya kesini,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah Prijanto mengatakan, sektor properti Kota Semarang semakin menarik untuk dijadikan sebagai lokasi investasi pilihan. Sebagai ibukota provinsi, Semarang memiliki banyak faktor yang mendorong perkembangan dan pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah.
“Semarang sangat pas untuk jadi target investasi properti. Selain itu juga didukung akses jalan tol yang menjanjikan. Mulai dari tol Solo-Semarang yang mempersingkat waktu tempuh dari Semarang ke Solo, sampai dengan pembangunan jalan Tol Semarang-Batang, pembangunan Bandara Ahmad Yani yang baru serta proyek infrastruktur lainnya,” tuturnya. (gus/lna)

Leave a Reply