Kapolresta: Perusak Makam Diduga 1 Orang

perusak makam
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Puluhan makam di Kota Magelang dirusak oleh orang tak bertanggungjawab. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut guna mengetahui pelaku dan motifnya.

“Penyelidikan masih berjalan, masih kami cari pelakunya,” ungkap Kapolresta Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan kepada JoSS.co.id, Jumat (4/1).

Kristanto menjelaskan ada 21 makam yang dirusak orang tak dikenal dalam beberapa waktu terakhir. Perusakan pertama terjadi di TPU Giriloyo, pada 26 Desember 2018. Sebanyak 12 makam di TPU yang berlokasi di depan komplek Akademi Militer (Akmil) Magelang dirusak. Terdiri dari 11 makam umat kristiani dan 1 makam muslim.

Kemudian di TPU Kiringan pada 31 Desember 2018, ada delapan makam yang dirusak. Rincinya, enam makam kristiani dan dua makam muslim. Serta yang terbaru, perusakan di TPU Malangan pada Rabu (2/1), ada satu makam kristiani yang dirusak.

“Yang dirusak baik makam muslim maupun non muslim,” ujarnya.

Tak hanya nisan, badan makam juga jadi sasaran perusakan pelaku. Akibat perusakan itu sejumlah nisan salib dari bahan kayu tercabut dari makam dengan posisi kayu yang sudah terbelah tidak berbentuk.

Sedangkan nisan salib dari bahan marmer dan beton hancur berkeping-keping berserak di sekitar makam. Bahkan, ada salah satu makam yang tutup makamnya dicongkel dari atas pusara.

Baca juga: Tak Ada Jalur Pedestrian Flyover Manahan Dinilai Salah Sejak Perencanaan

Sejumlah petunjuk telah didapat polisi dalam proses penyelidikan. Diantaranya ciri fisik dari orang yang diduga pelaku perusakan sudah dikantongi. Diambil dari rekaman CCTV akses jalan menuju makam di TPU Malangan.

“Ciri-ciri pelaku belum bisa kami sebutkan karena masih dalam proses penyelidikan. Kami masih kejar pelaku, mohon doanya,” kata dia.

Dari hasil olah TKP dan sinkronisasi gambar CCTV, kuat dugaan pelakunya satu orang. “Bukti di lapangan, seperti patahan nisan maupun kerusakan makam di 3 TPU sama. Saya menduga dilakukan satu orang yang sama,” imbuh Kristanto.

Ditambahkan, langkah lain kepolisian adalah dengan menggencarkan upaya preventif lewat Babinkamtibmas ke warga yang tinggal di sekitar makam. Bersama dengan FKUB juga dilakukan sosialisasi terkait kerukunan dan toleransi antarumat beragama guna menjaga kekondusifitasan di tengah masyarakat Kota Magelang. (ags/lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*