JoSS, JAKARTA – Pada penderita hipertensi, manfaat dan dampak yang dimiliki olahraga sama dengan mengonsumsi obat-obatan. Diyakini, olahraga mampu menurunkan tekanan darah pada orang dengan hipertensi.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dalam kasus hipertensi, olahraga sama baiknya dengan pengobatan. Studi menggabungkan hampir 400 data untuk melihat efek obat dan olahraga pada orang dengan tekanan darah tinggi.
Hasilnya, dua metode itu sama-sama hampir menurunkan tekanan darah sebesar 9 mmHg.
“Olahraga dapat mengurangi tekanan darah sistolik sama seperti obat anti-hipertensi yang digunakan orang-orang dengan tekanan darah tinggi,” ujar pemimpin studi, Huseyin Naci dari London School of Economics, mengutip Reuters seperti dirilis CNNIndonesia.com.
Naci menemukan bahwa berbagai jenis olahraga, termasuk kardio dan kekuatan otot dalam intensitas yang beragam, memberikan manfaat dalam penurunan tekanan darah.
Hasil penelitian ini dinilai bermanfaat untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Pengidap hipertensi dapat memiliki pilihan lain untuk mengurangi tekanan darah selain mengonsumsi obat, yakni dengan berolahraga.
“Jadi mungkin nanti dokter dan pasien dengan hipertensi akan mempertimbangkan alternatif berolahraga,” ujar ahli hipertensi dari Johns Hopkins Medicine, Kerry Stewart.
Baca juga: Siapa Bilang Makan Setelah Olahraga Bikin Gemuk ? Ini Penjelasannya
Awalnya, dokter dan pasien bakal menggunakan aktivitas olahraga sebagai ‘pengobatan’ tambahan. Olahraga digunakan bersamaan dengan konsumsi obat. Namun, kata Stewart, jika olahraga dirasa mampu menurunkan tekanan darah dengan cukup, pasien dapat menghentikan penggunaan obat.
Olahraga dapat membantu jantung bekerja lebih efisien untuk memompa darah yang bisa menurunkan tekanan darah.
Olahraga juga cara yang baik untuk meningkatkan energi dan mengusir stres. Namun mungkin, Anda perlu lebih berhati-hati saat berolahraga agar tidak berbalik menjadi senjata makan tuan bagi kondisi Anda. Berikut panduan aman olahraga untuk penderita hipertensi.
1. Pilih jenis aktivitasnya
Setiap jenis olahraga untuk penderita hipertensi sebenarnya sama bermanfaatnya untuk mengendalikan tekanan darah. Mulai dari olahraga aerobik, kardio, latihan kelenturan, hingga latihan kekuatan seperti angkat beban.
Jika bingung ingin memulai dari mana, coba dulu lakukan olahraga intensitas ringan hingga sedang seperti jalan kaki atau jalan cepat, berenang, bersepeda, atau sekadar berkebun di akhir pekan.
2. Atur waktunya
Anda disarankan untuk rutin berolahraga intensitas sedang (seperti jalan cepat dan berenang) selama 150 menit dalam seminggu, minimal untuk 3-5 hari dalam seminggu.
3. Jangan lupakan pemanasan dan pendinginan
Jangan lupakan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah olahraga.
4. Tahu kapan harus berhenti
Berkeringat, sulit bernapas, dan denyut jantung yang meningkat saat Anda melakukan latihan aerobik juga merupakan hal yang normal. Namun ingat, jangan memaksa olahraga berlebihan. (Wiek/lna)

Leave a Reply