Siapa Bilang Makan Setelah Olahraga Bikin Gemuk ? Ini Penjelasannya

Makan setelah
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Kabar baik bagi Anda yang suka berolahraga. Ternyata makan setelah olahraga tak ada hubungannya dengan kegemukan.

Kebanyakan orang memilih untuk tidak makan setelah olahraga, alasannya karena takut gemuk. Apalagi jika sesi olahraga tersebut dilakukan pada malam hari. Padahal, anggapan tersebut tidak tepat.

“Cara berpikir kebanyakan orang, saya olahraga untuk membakar kalori dan lain-lain. Padahal, kalau setelah olahraga berat badan turun, itu bukan karena lemak berkurang tapi kita dehidrasi.”

Hal itu diungkapkan oleh Sport Nutritionist sekaligus disease prevention Emilia Elfiranti Achmadi dalam sesi wawancara khusus bersama Bertolli di Plaza Senayan, Jakarta, belum lama ini seperti dirilis Tribunnews.com.

Menurut Emilia, tidak ada hubungan penurunan berat badan dengan makan atau tidak makan setelah olahraga. Sebab faktor yang membuat berat badan turun adalah olahraga secara konsisten dan mengatur pola makan.

Olahraga dianjurkan setidaknya dua hari sekali atau seminggu tiga kali. Makan setelah olahraga pun tidak bermasalah untuk mengganti energi yang hilang setelah digunakan untuk berolahraga.

Baca juga: Jatim Optimistis Di Jumlah Investor, PR Di Transaksi Sekuritas 

Hanya, porsi dan jenis makanan setelah olahraga perlu diperhatikan agar tetap seimbang.

Dalam jangka waktu 45 menit setelah latihan, seseorang dianjurkan untuk mengkonsumsi sesuatu yang kaya akan karbohidrat dan protein. Sebab, dalam waktu tersebut tubuh kita sedang sangat siap untuk mengolah dan menyerap makanan.

Sehingga ketika dikonsumsi setelah 45 menit, penyerapan makanan akan menjadi kurang maksimal.

“Paling tidak minum susu dulu jadi proteinnya masuk. Tapi itu tidak cukup, jadi dalam waktu dekat harus makan proper meal. Misalnya pasta bolognese, ada karbohidrat dan dagingnya,” jelas dia.

Makanan yang mengandung anti-inflamasi atau anti-peradangan juga perlu dikonsumsi setelah berolahraga. Apalagi, tingkat peradangan seseorang yang berolahraga akan lebih tinggi daripada orang yang jarang berolahraga.

Lemak sehat dinilai efektif melawan peradangan. Beberapa makanan dengan lemak sehat antara lain kacang-kacangan, minyak zaitun, hingga alpukat.

“Tapi makan jenis lemaknya yang benar. Jangan dalam perjalanan pulang beli makanan cepat saji,” imbuh perempuan yang sempat menangani nutrisi beberapa atlet Asian Games itu. (Wiek/Joy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*