
JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyalurkan bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda di sela perayaan pergantian tahun baru 2019. Ia bahkan memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api.
Hal itu dilakukan sebagai rasa solidaritas atas bencana alam yang terjadi pada beberapa daerah di Indonesia sepanjang tahun 2018. Dan sebagai gantinya, Pemerintah Kota Semarang melakukan penyerahan bantuan Rp100 juta untuk korban Tsunami di Selat Sunda pada malam pergantian tahun tersebut.
“Mari kita rayakan tahun baru tidak dengan foya-foya semata namun juga peduli terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban tsunami meletusnya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Senin (31/12).
Di sisi lain, Hendi mengaku sangat berterimakasih atas pemberian ijin pengelolaan jembatan Banjir Kanal Barat (BKB) oleh Presiden RI Joko Widodo, Kementerian PUPR, dan BBWS untuk menjadi aset wisata Kota Semarang. Sebelumnya BKB sendiri hanya difungsikan sebagai mitigasi bencana di Kota Semarang.
Menurutnya, point paling penting yang ada malam itu adalah bagaimana BKB sebagai mitigasi bencana dalam menanggulangi banjir, dapat disulap menjadi destinasi wisata baru di Kota Semarang.
Baca juga: Pemkot Dorong Pembangunan Tol Semarang-Demak Jadi Proyek Strategis
“Banjir Kanal Barat merupakan proyek Pemerintah Pusat Indonesia yang berada di Kota Semarang untuk mengatasi bencana banjir di wilayah barat. Dan hari ini Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Menteri PUPR, dan Satker BBWS yang telah mengijinkan aset ini kami kelola sebagai salah satu tempat wisata,” lanjutnya.
Sementara itu, ribuan warga masyarakat pada malam pergantian tahun, menjadi saksi peluncuran Semarang Bridge Fountain (SBF) oleh Walikota Semarang dan jajarannya. Peluncuran SBF bahkan viral di berbagai media sosial.
Semarang Bridge Fountain melalui atraksi air mancurnya di sepanjang jembatan Banjir Kanal Barat Kota menjadi magnet wisatawan, yang datang untuk melewati malam pergantian tahun di Kota Semarang. Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut menegaskan jika Semarang Bridge Fountain Semarang merupakan yang pertama di Indonesia.
Tercatat sebelum ini, atraksi serupa baru ada pada Jembatan Banpo yang melintas di Sungai Han, Seoul, Korea Selatan.
“Yang membedakan bridge fountain ini dengan air mancur lain karena penampangnya lebih luas. Jadi dapat dilihat dari empat jalan yaitu Basudewo, Kokrosono, Madukoro dan Pusponjolo,” terang Hendi. (gus/lna)

Leave a Reply