Kementerian PUPR Kembangkan Kawasan Wisata Tuk Budoyo

PUPR
Tuk Budoyo di Kabupaten Temanggung | Foto: google

JoSS, TEMANGGUNG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan Kawasan Pariwisata Tuk Budoyo di Kabupaten Temanggung sehingga kualitas wilayah itu bisa dijadikan destinasi wisata baru.

Direktorat Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR telah membangun sejumlah fasilitas untuk mendukung pariwisata di wilayah itu meliputi gapura, pendopo, plaza, tempat pemandian, reservoir, toilet, musholla, gazebo dan lampu penerangan berikut genset dengan nilai kontrak sebesar Rp1,3 miliar.

“Pada 26 Desember 2018 akan dilakukan Kirab Budaya yang seharusnya dilakukan setiap tanggal 1 Suro Tahun Jawa, namun tertunda karena masih dalam tahap konstruksi. Dilanjutkan dengan tasyakuran oleh Pemerintah Desa Losari pada 30 Desember 2018,” katanya, belum lama ini.

Di Kabupaten Magelang, Kementerian PUPR juga melakukan penataan kawasan Candi Mendut yang merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Candi Mendut terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta atau sekitar 3 km dari Candi Borobudur.

Lingkup pekerjaan berupa pembangunan trotoar dilengkapi lampu jalan, saluran ROW 15 M dan ROW 5,5 M dan pembuatan plaza taman. Lama pekerjaan dilakukan sejak bulan Mei hingga Oktober 2018 dengan kontraktor PT Citra Andriana Persada dengan nilai kontrak Rp 3,8 miliar dan konsultan supervisi CV Pola Prisma.

Baca juga: Benteng Pendem Ambarawa, Wisata Penjara Peninggalan Belanda

Sekedar tahu, Tuk Budoyo merupakan mata air di lereng Gunung Sumbing yang berada di Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo. Kawasan di sekitar Tuk Budoyo dikenal sebagai penghasil salah satu tembakau terbaik nusantara yang dikenal sebagai “tembakau srintil” dan memiliki kearifan budaya dalam bertanam tembakau.

Sebelum masa tanam dan setelah panen tembakau, warga melakukan ritual pembersihan diri dan berdo’a di Tuk Budoyo. Warga meyakini dengan do’a yang dipanjatkan di sana membuat tanaman tembakau srintil tumbuh subur, aman dan tidak ada gangguan.

Untuk mendukung kawasan Tuk Boyo sebagai destinasi wisata baru di Kabupaten Temanggung, Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya pada tahun 2018 telah menyelesaikan penataan kawasan Tuk Budoyo sehingga kualitas kawasan lebih rapi dan nyaman dikunjungi wisatawan karena telah tersedianya berbagai fasilitas.

Dengan dilakukannya penataan kawasan akan meningkatkan kualitas prasarana dan sarana wisata bagi kenyamanan wisatawan dan keindahan kawasan. Diharapkan dengan infrastruktur kawasan yang semakin berkualitas tadi, jumlah wisatawan semakin bertambah dan lama wisatawan tinggal dapat semakin lama. Hal itu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*