Hendi: Di Tahun Politik, Hindari Isu Agama

Tahun politik
Walikota Hendrar Prihadi berharap warga menghindari isu-isu agama karena sensitif dalam memasuki awal tahun 2019 yang merupakan tahun politik ini. | Foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada seluruh mayarakat untuk lebih peduli dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kota Semarang di tahun politik ini.

Menurutnya isu agama merupakan persoalan yang sangat sensitif dan rentan menimbulkan konflik sehingga sering dimanfaatkan oknum untuk memecah belah umat demi kepentingan politik.

Di sela memimpin upacara Peringatan Hari Amal Bakti Ke-73 Kementerian Agama (Kemenag) RI di Halaman Kantor Kementrian Agama Kota Semarang, Hendi meminta masyarakat untuk dapat menebarkan energi kebersamaan, guna merawat kerukunan.

Hendi juga mengingatkan agar setiap orang di dalam bermasyarakat dapat menempatkan dirinya menjadi bagian dari semua kelompok dan golongan.

“Segala ujaran, perilaku, dan sikap yang bisa menimbulkan luka bagi sesama saudara, mari kita hindari. Mari jauhi saling menebar benci, saling melempar fitnah keji, mari jauhi saling menyuburkan penyakit hati, dan mari jauhi saling melukai hati antar sesama anak negeri,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Kamis (3/1).

Baca juga: Komnas HAM Minta Jangan Jadikan Isu SARA Untuk Guyonan Politik

Walikota yang ditetapkan sebagai Pembina Kerukunan Umbat Beragama oleh Kemenag pada tahun 2017 ini menambahkan pembinaan toleransi dan kerukunan antar umat beragama, serta pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa, dirasa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik.

Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain.

“Setiap kita haruslah menjadi teladan dalam kesederhanaan, kejujuran, dan keikhlasan dalam memberikan amal bakti bagi segenap warga negara tercinta. Sementara dalam tugas sehari-hari, setiap aparatur Kementerian Agama harus mampu menunjukkan nilai kinerja yang baik, kepemimpinan yang amanah, dan memberi kemudahan kepada masyarakat luas, untuk memperoleh akses pelayanan keagamaan secara akuntabel dan berkualitas,” ujar Hendi.

Upacara dihardiri jajaran kantor Kementrian Agama, Forkompida, Majelis Agama, MUI, PGKS, Walubi, PHDI, Matakin, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Takmir Masjid dan Pengurus Islamic Center.

Dalam kesempatan tersebut dipaparkan pula enam sasaran strategis program Kementerian Agama, diantaranya meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama. (Gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*