Gelombang Panas Di Australia Bikin Aspal Jalan Meleleh

JoSS, CANBERRA – Gelombang panas di Australia yang terjadi selama sepekan terakhir semakin menggila. Suhu yang sangat tinggi mencapai 40 derajad Celsius membuat beberapa ruas jalan beraspal di Negeri Kangguru itu meleleh.

Dikutip berdasarkan laporan The Guardian, gelombang panas yang terjadi sejak awal pekan lalu itu bahkan merupakan gelombang panas yang mencapai rekor tertinggi sepanjang abad ke-21 di Australia.

“Peningkatan suhu terus terjadi di Australia menyebabkan sejumlah kerusakan. Aspal jalan raya di wilayah Wauchope, sekitar 373 kilometer utara Sydney, dilaporkan meleleh,” tulis The Guardian, Sabtu (19/1).

Petugas dari Dinas Pekerjaan Umum setempat harus sering menyemprotkan air untuk mendinginkan permukaan jalan. Hal itu dilakukan agar aspal yang meleleh tidak menempel di ban kendaraan.

Menurut laporan Badan Meteorologi setempat, rata-rata suhu udara di Australia mencapai 40 derajat celsius. Peningkatan suhu udara diperkirakan masih terus berlanjut sampai akhir pekan.

Perwakilan Badan Meteorologi Australia, Blair Trewin mengatakan suhu udara di Australia diperkirakan akan semakin panas. Bahkan suhu udaranya bisa mencapai lebih dari 40 derajad celsius.

Baca juga: Australia Larang Pejabatnya Gunakan Lion Air

Untuk itu dia mengimbau masyarakat untuk tidak beraktifitas di luar ruangan dan terus menjaga kondisi tubuh agar tidak dehidrasi.

“Suhu udara di Australia akan semakin panas. Suhu udaranya bisa mencapai lebih dari 40 derajat celsius,” kata perwakilan Badan Meteorologi Australia, Blair Trewin.

Anggota Badan Meteorologi Australia lainnya, Ann Farrell melaporkan gelombang panas tersebut membuat masyarakat Australia stres.

Mereka harus memakai tabir surya untuk melindungi kulit dari cuaca panas. Mereka juga harus menjaga kondisi tubuh agar tidak dehidrasi.

“Galombang panas ini menyebabkan masalah kesehatan. Mulai dari pusing, emosi meningkat, dehidrasi, nyeri otot, muntah, hingga denyut nadi yang semakin cepat,” kata anggota Badan Meteorologi Australia lainnya, Ann Farrell.

Peningkatan suhu udara tersebut juga menyebabkan sejumlah hewan mati.

Gelombang panas ini merupakan salah satu dampak pemanasan global yang semakin buruk. Kondisi seperti ini sempat terjadi di Australia pada 2013 lalu. Kala itu, suhu udara di wilayah Australia mencapai 40,3 derajat celsius. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*