Dituding Sebabkan Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Menteri Rini: Harga Avtur Kompetitif

Kenaikkan
Menteri BUMN Rini Soemarno | Foto: cnbc indonesia

JoSS, JAKARTA – Kenaikkan harga tiket pesawat hingga 120% dalam sepekan terakhir ditengarai akibat harga avtur yang mahal. Menanggapi hal tersebut, Menteri BUMN Rini Soemarno mengklaim harga avtur PT Pertamina sudah sangat kompetitif.

Rini tak memungkiri soal harga avtur PT Pertamina  yang disebut lebih murah dijual di luar negeri ketimbang di dalam negeri. Meski demikian ia menyebut harga avtur perusahaan migas pelat merah itu sudah sangat kompetitif.

Untuk itu, ia mengaku tak bisa memaksa Pertamina untuk menekan harga avtur di dalam negeri. “Avtur kan hitungan bisnis, jadi kita tidak bisa merombak atau menekan harga Pertamina harus (menurunkan harga). Kan Pertamina, harus menghitung secara biaya dia,” ujarnya di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (16/1) seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Meski demikian, Rini berjanji Kementerian BUMN tidak akan lepas tangan jika tarif tiket pesawat melonjak. Saat ini, institusi pimpinannya tengah berkoordinasi dengan PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk menurunkan biaya pendaratan (landing fee) maskapai di bandara.

“Landing fee sudah kami hitung. Mungkin, bisa diturunkan sedikit,” jelasnya singkat.

Secara terpisah, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan tingginya harga avtur di bandara domestik terjadi karena tingginya biaya distribusi dan infrastruktur yang terbatas.

“Di Indonesia kan ada lokasi yang sangat terpencil. Kami juga ada subsidi silang. Singapura kan sangat mudah di Changi,” ujar Nicke.

Ke depan, Pertamina sudah berencana untuk memperbaiki infrastruktur, sehingga bisa menekan biaya distribusi. Namun, untuk saat ini, harga avtur masih akan mengikuti pergerakan harga minyak Mean of Plats Singapore (MOPS).

“Ketika harga minyak dunia turun, harga avtur akan turun,” katanya.

Baca juga: INACA Klaim Tiket Pesawat Rute Domestik Turun Hingga 60%

Sebelumnya, Indonesia National Air Carrier Association (INACA) menyatakan Pertamina membanderol harga avtur lebih mahal 10% untuk pengisian di dalam negeri dibandingkan jika mengisi di luar negeri. Padahal, komponen biaya avtur porsinya berkisar 40 hingga 45% dari total biaya operasional maskapai.

“Pertamina kalau di luar negeri itu memberikan harga lebih murah sekitar dua persen dibandingkan dengan pesaingnya ke maskapai nasional. Jadi, perbedaan harganya dengan di Indonesia bisa sampai 16 persen,” ujar Ketua Umum INACA Askhara Danadiputra.

Menurut dia hal itu menjadi alasan sebagian maskapai penerbangan yang menjual tiket domestik lebih mahal ketimbang tiket luar negeri. Menurut INACA, harga avtur di dalam negeri dari PT Pertamina (Persero) lebih mahal ketimbang harga avtur yang dijual di luar negeri.

Dia menjelaskan perusahaan penerbangan harus merogoh kocek lebih dalam berkisar 10 -16 % apabila membeli avtur milik Pertamina di Indonesia. Sebaliknya, jika maskapai mengisi avtur di luar negeri, harganya jauh lebih murah.

“Pertamina kalau di luar negeri itu memberikan harga lebih murah sekitar dua persen dibandingkan dengan pesaingnya ke maskapai nasional. Jadi, perbedaan harganya dengan di Indonesia bisa sampai 16 persen,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*