
JoSS, SEMARANG – Aksesbilitas masyarakat di perjalanan Semarang menuju Jakarta atau sebaliknya makin meningkat seiring terkoneksinya tol Trans Jawa. Ini setelah ruas tol Batang – Semarang atau tol Kalikangkung dioperasikan.
Waktu tempuh Semarang ke Jakarta pun makin cepat, hanya kurang dari enam jam. Makin singkatnya perjalanan darat dari Ibukota Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ke pusat pemerintahan negara ini membuat surprise pengguna jalan tol.
“Kaget, beberapa hari lalu sebelum Tol Semarang-Batang diresmikan, waktu dua setengah jam baru sampai Pekalongan. Kini di waktu yang sama sudah sampai rest area di KM 209 Cirebon,” tutur pengguna jalan tol, Maharani kepada JoSS.co.id lewat hubungan telepon, Selasa (25/12).
Maharani beserta keluarga berangkat ke Jakarta dalam rangka merayakan Natal dan Tahun Baru. Berangkat jelang pagi, ia sudah tiba di Jakarta siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi arus lalu lintas di jalan tol yang cenderung lengang makin mempercepat perjalanannya.
“Cukup lengang sehingga di titik tertentu bisa tancap gas sampai 140 Km/jam. Sempat mampir di rest area untuk sarapan juga,” ujar dia.
Jalan tol menjadi pilihan Maharani lantaran tidak ingin terjebak kemacetan di jalur reguler sekaligus ingin menjajal ruas tol Semarang – Batang yang tergolong baru. Terlebih dengan status tol yang masih fungsional, tol Kalikangkung belum berbayar alias gratis.
“Untuk ruas tol lain tetap membayar, hanya yang status operasional fungsional saja yang belum berbayar,” jelas dia.
Baca juga: Pesona Pantai-Pantai Di Kalianda Sebelum Diporandakan Tsunami
Diketahui, tol ruas Batang – Semarang diresmikan Presiden Jokowi pada Kamis (20/12) lalu. Di kesempatan itu Jokowi juga meresmikan ruas Pemalang – Batang dan Salatiga – Kartasura. Total panjang tiga ruas tol itu lebih dari 130 Km.
Kondisi beda terpantau di jalur sebaliknya, Jakarta menuju Semarang. Banyak penduduk Jakarta yang mudik maupun liburan ke wilayah Jateng dan Jawa Timur. Arus lalu lintas menjadi padat, terutama di gerbang tol untuk antri membayar e-tol.
“Kalau situasi padat seperti itu, wajar jika waktu tempuh bisa lebih panjang. Tapi antrian hanya terjadi gerbang tol saja,” imbuh Maharani.
Jalan tol baru diyakini akan menjadi pilihan alternatif di libur akhir tahun. Diprediksi kepadatan di jalan Pantura berkurang 30 hingga 40 persen.
Sementara itu infrastruktur baru juga dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan yang melintasi jalur Pejagan – Purwokerta. Underpass Karangsawah, Brebes memperlancar arus lalu lintas perjalanan dari Tonjong hingga Paguyangan dan sebaliknya.
Ketersendatan hanya terjadi di Pasar Linggapura akibat aktivitas pasar dan lalu lintas kendaraan lokal. Namun demikian, ketersendatan itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang berkat kesigapan petugas jaga di lokasi.
Seorang pengguna jalan, Iwan Dwiyanto (40) merasa senang tidak lagi terjebak macet di wilayah Bumiayu. Dalam perjalanan dari Bekasi menuju Kebumen, sebelum ada underpass, biasanya macet di Karangsawah. “Sekarang lancar sampai Paguyangan,” ujarnya. (Wiek/Joy)

Leave a Reply