
JoSS, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membahas skema baru terkait Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk para milenial. Dalam pembahasan tersebut, batasan minimum gaji akan dihilangkan.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintaha akan membantu para milenial untuk memiliki rumah. Dia menambahkan Kementerian PUPR sedang membuat skema baru pembiayaan rumah undtuk milenial.
Hal itu diungkapkan dalam acara HUT KPR BTN ke 42, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar talkshow bertajuk “Spirit of KPR BTN -Growing with Millenials”.
“Akan ada scheme yang baru untuk milenial agar bisa memiliki rumah. Karena nilai uang pasti akan menurun, kalian semua yang lebih tahu tentang financing,” kata Basuki, Senin (10/12) seperti dikutip dari CNBC.com.
Dia menambahkan, akan mengusahakan agar pemerintah dapat memfasilitasi upaya tersebut, misalnya dengan menghapuskan batasan minimum gaji bagi masyarakat yang hendak mengajukan KPR dari peemrintah.
“Saya akan usahakan untuk bisa dapat fasilitas dari pemerintah, mungkin agar tidak ada batasan gaji, nanti kita open yang penting Anda mampu mempunyai rumah itu, Saya nanti yang urusin anda-anda semua untuk punya rumah,” ujarnya.
Baca juga: Kulon Progo Siap Menjadi Sentra Durian
Basuki menjelaskan saat ini pemerintah memang membatasi gaji dan ukuran rumah bagi mereka yang ingin ikut program perumahan dari pemerintah.
Kementerian PUPR membatasi gaji antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta dan ukuran rumah 36 meter persegi. Untuk rumah ini nantinya diberikan bunga tetap selama 5% hingga jatuh tempo.
“Mungkin bunganya akan kita turunkan, kemudian uang mukanya masih kita rumuskan. Sekarang menteri keuangan, OJK dan Saya lagi merumuskannya,” ujar Basuki.
Basuki menambahkan skema baru ini sudah dua kali dirapatkan dan kini sedang difinalisasi para eselon satu kementerian dan otoritas terkait.
“Yang penting Anda mampu mempunyai rumah, saya Nanti yang urusn Anda semua punya rumah,” terang Basuki.
Dalam kesempatan itu, Basuki mengemukakan soal dirinya yang masih tinggal di rumah dinas, bahkan rumah dinasnya tersebut yang ada di Bekasi hendak terkena gusuran akibat proyek Tol Becakayu.
“Rumah saya saja masih rumah dinas, bahkan rumah saya di Bekasi mau digusur karena Tol Becakayu, baru kali ini dalam sejarah, rumah Menteri mau digusur,” curhat sang Menteri. (lna)

Leave a Reply