Pengembang Perumahan Kawasan Semarang Atas Harus Sediakan Embung

embung
Walikota Hendrar Prihadi bersama Kadis PU Kota Semarang Iswar Aminuddin saat mengecek pembuatan tanggul sementara untuk mengatasi banjir di Kawasan Dinas Mas, Tembalang. | Foto: gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi menginstruksikan bagi pengembang perumahan di kawasan Semarang Atas segera membangun embung guna mengantisipasi banjir di wilayah itu saat intensitas hujan intensitas hujan tinggi.

“Kami instruksikan agar beberapa developer di sekitar sini untuk segera memenuhi janjinya membuat embung. Selain itu pemerintah akan siap untuk membuat embung guna menampung air dari atas ke bawahnya,” terangnya kepada JoSS.co.id saat meninjau titik lokasi tanggul jebol di sungai Kedungwinong, Rabu (26/12).

Dia menjelaskan, setidaknya tiga perumahan terdampak akibat jebolnya tanggul tersebut. Di antaranya Perumahan Emerald, Perumahan Dinar Elok, dan Dinar Mas.

Hendi menuturkan persoalan banjir di wilayah Meteseh dan Bulusan, Tembalang menjadi catatan serius Pemerintah Kota Semarang di akhir tahun 2018.

“Tanggul jebol di sini akibat curah hujan tinggi di daerah atas kemudian turun ke bawah, tidak hanya bawa air saja, tapi juga balok kayu, sampah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Awalnya, tanggul itu merupakan upaya masyarakat setempat untuk mengairi persawahan, namun begitu debit air tinggi akhirnya jebol. Hendi menegaskan telah membuat tanggul sementara untuk menutup titik tanggul yang sebelumnya jebol. Selain itu, akan memperkuat tanggul sisi kiri kanan sungai, menggunakan anggaran Pemerintah Kota Semarang 2019.

“Penanganan sementara sudah kita lakukan dengan tanggul sementara, akan kita perkuat minggu depan. Untuk tanggul yang dibuat masyarakat dengan menutup jalur sungai juga saya minta dijebol. Sekaligus di anggaran 2019 saya minta untuk perkuatan tanggul di sisi kiri kanan,” pungkasnya.

Baca juga: Pesona Pantai-Pantai Di Kalianda Sebelum Diporandakan Tsunami

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk secepatnya merealisasikan pembuatan embung di daerah Semarang Atas, seperti di Meteseh dan Sigar Bencah.

“Kita sudah mendorong Pemerintah untuk melakukan akselesari dengan pembuatan embung di Sigar Bencah, dan beberapa cekdam,” katanya.

Menurutnya, dari hasil koordinasi antara DPRD Kota Semarang denganDinas Pekerjaan Umum (DPU), saat ini Detail Engineering Design (DED) untuk pembuatan embung sudah ada di 2018 ini. Sedangkan sebagai upaya awal, Dinas PU dan Steakholder terkait sudah melakukan pembuatan tanggul sementara di Sungai Kedungwinong menggunakan karung pasir.

“Memang ada persoalan terutama pada luapan di saluran drainase Sigar Bencah dan saluran Kedungwinong dan itu bertumpu di salah satu perumahan. Kami sudah berkoordiansai dengan PU, dan Kecamatan untuk segera dilakukan tindakan.  Dan saat ini sudah dilakukan penanggulan di kampung Kedungwinong yang luapanya luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut Agung BM juga mengungkapkan, keberadaan Waduk Undip juga harus di optimalkan.

“Hulu di Sigarbencah muara dari Banyumanik, sumber banjir dari Banyumanik, kemudian aliran air masuk ke Tembalang, waduk Undip. Saya harap ada koordinasi dengan Undip,  untuk optimalisasi waduk Undip sebagai pengendali banjir di kawasan meteseh,” imbuhnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*