PDIP Kerahkan Pasukan Elite Amankan ‘Kandang Banteng’

Kandang Banteng
Ilustrasi | Foto: merdeka

JoSS, JAKARTA – Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto menyatakan pihaknya bakal mengerahkan satuan elit bernama Laskar Pandu Juang untuk mengamankan ‘Kandang Banteng’ wilayah yang menjadi basis pendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’aruf Amin pada Pilpres 2019.

Pernyataan tersebut menanggapi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno yang akan memindahkan posko pemenangannya ke Jawa Tengah untuk memecah suara PDIP yang sudah terbukti solid di wilayah ini.

Bambang mengaku pihaknya telah siap tempur untuk memenangkan dan menjaga Jawa Tengah sebagai basis suara PDIP dan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Tahun baru nanti kami pastikan semua dalam keadaan on fire. Kami kerahkan Satuan Pandu Juang bersama Komunitas Juang di bawah komando para Ketua DPC Partai atau petugas yang ditunjuk DPC Partai, ” kata kata Bambang, seperti dikutip dari CNN Indoensia.

Lebih lanjut dia menjelaskan Satuan Pandu Juang itu telah dilatih memiliki kemampuan khusus untuk menghadapi lawan politik.  Salah satunya adalah keterampilan khusus menganalisis ‘medan tempur’ politik dan mengantisipasi dinamika yang merugikan kandidat yang diusungnya dalam pemilu.

“Mereka bisa mengantisipasi dinamika yang bakal muncul dan kemudian mengarahkan dinamika tersebut menuju euforia kemenangan,” kata dia.

Pasukan ini, lanjutnya kerap diterjunkan di sejumlah perhelatan Pemilu, baik Pilkada maupun ajang Pilpres.  Ia menyebut pasukan ini pernah ‘bertempur’ saat Pilgub Jawa Tengah 2013 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Baca juga: Jasa Marga: Empat Ruas Tol Trans Jawa Diresmikan Sebelum Natal

“Jumlahnya tidak banyak, hanya 1 kompi. Ketika Pilkada DKI, Laskar Pandu Juang turun penuh. Kami kehilangan dua anggota Pandu Juang ketika tempur di pilkada DKI karena bertempur tanpa kenal lelah,” kata dia.

Sebelumnya, Juru Bicara BPN Prabowo –Sandi, Ferdinand Hutahean menganggap PDIP dan calon presiden nomor Urut 01 Joko Widodo adalah satu kesatuan. Alhasil dengan memecah suara PDIP di sana akan terus menggerus elektabilitas Jokowi di Pemilihan Presiden 2019.

“Daerah itu kan dikuasai oleh PDIP di mana PDIP partainya pak Jokowi karena dia kader PDIP, sehingga Jateng sangat penting bagi kami,” tuturnya.

Dia mengatakan pada Pemilu 2014 PDIP tercatat mendominasi perolehan suara di Jawa Tengah. PDIP berhasil mendominasi delapan dari 10 daerah pemilihan di Jawa Tengah. Kini Ferdinand menargetkan Prabowo-Sandi bisa merebut setidaknya 35-40 persen suara di Jawa Tengah.

“Sehingga Jateng ini satu-satunya kita pastikan kami bisa mendekati Pak Jokowi, tidak berharap menang atau unggul di Jateng tapi target 35-40 persen sudah membuktikan bahwa Prabowo-Sandi akan menang,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*