JoSS, JAKARTA – Untuk memberikan penghormatan bagi tiga artis musik besar Tanah Air, yakni Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo akan digelar konser Eros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal. Konser ini akan digelar di dua kota, yakni Jakarta dan Surabaya. Untuk di Jakarta akan bertempat di Concert Hall, iNews Tower Lantai 4 pada 1 Februari 2019, sedangkan di Surabaya akan digelar di Grand City Convex Surabaya pada 14 Februari 2019 mendatang.
Menurut Novi Madjedi selaku Co Executive Producer Konser dari Betiga Satu Rasa, konser Eros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal ini dibuat untuk mengenalkan kembali tiga maestro musik Indonesia.
“Ini bukan konser yang besar. Misi kami ingin memperkenalkan kepada kaum milenial bahwa di dekade tahun 1970 atau 1980-an, kita mempunyai beberapa maestro musik yang melegenda,” kata Novi dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe, SCBD, Jakarta Selatan, seperti dirilis Kompas.com.
Konser Eros Chrisye Yockie: Tembang Persada Sang Tritunggal terinspirasi dari album Badai Pasti Berlalu (1977), di mana ketiganya bekerjasama. Erros Djarot sebagai pengarah musik, Yockie Suryoprayogo sebagai pemusik, dan Chrisye yang menyanyikan karya Eros-Yockie.
Nantinya lagu-lagu karya Eros, Chrisye dan Yockie akan dibawakan oleh para musisi muda seperti, Dian Pramana Putra, Bonita, Marcell Siahaan, Wizzy, Barsena (di Jakarta) dan Trisouls (di Surabaya).
Dalam konteks musik pop Indonesia, banyak musisi dan tokoh penting yang bisa disebut sebagai pembentuk dan pembuat sejarah. Seperti nama Koes Plus, Titiek Puspa, Mus Mualim, Bing Slamet, Lili Soerjani, dan beberapa nama lainnya.
Baca juga: Pekan Depan Walikota Umumkan Status Moratorium Izin Perhotelan
Selain nama-nama tersebut, di paruh kedua tahun 1970-an muncul nama Guruh Soekarno Putra, Eros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryoprayogo, Keenan Nasution, Fariz RM, juga beberapa nama penting lainnya.
Generasi tersebut kemudian melahirkan beberapa album musik legendaris seperti “Guruh Gipsy” (Guruh Soekarnoputra), “Badai Pasti Berlalu”(Eros Djarot), “Di Batas Angan-Angan” (Keenan), “Sabda Alam” (Chrisye).
Jika kita mengerucut lebih dalam lagi, nama dan karya-karya besar yang telah dilahirkan Erros Djarot, Chrisye dan Yockie Suryo Prayogo sudah dikenal baik oleh masyarakat. Dan sejarah mencatat itu, dengan baik sekali.
Meski selama ini, ada kecenderungan kebanyakan generasi muda lebih mengenal Erros, Chrisye dan Yockie sebagai legenda musik Indonesia secara individual.
Pun, banyak konser telah diselenggarakan dengan mengedepankan nama-nama mereka. Namun semuanya menempatkan ketiga tokoh tersebut, sekali lagi, secara individual.
Tidak menggambarkan kimiawi dan kolaborasi ketiga tokoh besar tersebut secara bersamaan, sebagai “Erros, Chrisye. Yockie” (“ECY”).
Bertiga Satu Rasa, mengadakan serangkaian kegiatan yang mengedepankan nama “Eros, Chrisye, Yockie” (“ECY”). (Wiek/lna)

Leave a Reply