JoSS, SOLO – PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) menargetkan pengerjaan perbaikan lereng jalan tol ruas Salatiga-Kartasura kilometer 489+500 memakan waktu empat hari. Kondisi jalan dinyatakan aman dilalui.
Direktur Teknik PT JSN Aryo Gunanto mengatakan pihaknya menargetkan sebelum tutup tahun pengerjaan perbaikan sudah selesai.
“Target kami pada jelang tahun baru pengerjaan ini sudah selesai sehingga pengguna jalan lebih nyaman dalam berkendara,” katanya di sela tinjauan lokasi di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (26/12).
Ia mengatakan langkah pertama yang dilakukan yaitu membongkar bagian lereng dengan eskavator. Selanjutnya, bongkahan tanah langsung dipindahkan ke lokasi lain pada malam ini.
“Setelah itu tanah dibuang dan dilanjutkan perbaikan saluran. Kemudian titik gerusan tersebut akan ditutup rata kembali dan diposisikan naik lagi sepanjang berapa meter dan akan dipasang lagi pengamanan,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Pihaknya akan melakukan pencegahan dan pemeliharaan di sejumlah titik yanga dinilai rawan untuk mengantisipasi longsor. “Kalau ada kekurangan terus kami perbaiki. Pemeliharaan berjalan bersamaan dengan operasi, mana saja yang kurang kami perbaiki,” katanya.
Ia mengatakan kerusakan “rounding” atau lereng tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Pihaknya memprediksi kejadian tersebut terjadi pada tanggal 24 Desember 2018.
Baca juga: Pengoperasian Jalur KA Rel Ganda dari Solo & Sragen Februari 2019
“Kemungkinan saluran bawah tidak sempurna dan terjadi luapan air sehingga menggerus lereng. Meski demikian ini kerusakan kecil karena tidak terpantau menimbulkan kerusakan lebih besar,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT JSN David Wijayatno mengatakan terjadinya hal itu karena saluran air belum berfungsi optimal. “Jadi bukan badan jalannya ambrol atau ambles. Badan jalan masih utuh hanya lerengnya saja yang tergerus sepanjang 20 meter,” katanya.
Terkait hal itu, pihaknya menjamin kontruksi jalan yang dibangun sesuai standar yang ditetapkan. Seperti diketahui, lereng jalan tol ruas Salatiga-Kartasura tepatnya di KM 489 mengalami kerusakan akibat tergerus air hujan yang mengguyur wilayah tersebut beberapa hari ini.
Lereng yang mengalami kerusakan itu sepanjang 20 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.
David menuturkan lereng jalan tol tersebut masih dalam tahap penyelesaian. Namun, hujan deras yang terjadi beberapa hari mengakibatkan tanah lereng jalan tol tergerus air dan rusak. “Itu (lereng) sebenarnya masih dalam penananganan. Hanya saluran yang ada di sana belum sempurna. Karena hujan juga air langsung menggerus lereng,” katanya.
Kerusakan lereng tersebut, kata David, tidak membahayakan maupun mengganggu lalu lintas kendaraan. Kendaraan masih bisa melewati jalan tol dengan aman karena telah dipasangi rambu traffic cone.
David menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memperbaiki lereng jalan tol yang rusak tersebut supaya kerusakan lereng tersebut tidak semakin meluas. “Kenapa lereng itu bisa tergerus? Karena rumputnya belum tumbuh. Sehingga air dari atas ke bawah itu menggerus tanah lereng itu,” ungkapnya. (lna)

Leave a Reply