Hendi Dorong Percepatan Normalisasi Sungai BKT

hendi
Proses normalisasi sungai Banjir Kanal Timur Semarang | Foto: istimewa/gus/joss.co.id

JoSS, SEMARANG – Menyikapi banjir yang dalam beberapa hari terakhir masih menggenangi beberapa wilayah Kota Semarang, Walikota Semarang Hendrar Prihadi beserta jajarannya terus berupaya melakukan penanganan secara komprehensif.

Salah satunya adalah dengan melakukan percepatan proyek normalisasi Kanal Banjir Timur (BKT) yang bersinergi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana. Di samping normalisasi BKT, juga terus diupayakan pembangunan bendung di Kali Sringin, dan Kali Tenggang serta pemasangan pompa yang diharapkan menjadi solusi permasalahan banjir dan rob.

Sampai saat ini, progres proyek Normalisasi Kanal Banjir Timur sudah mencapai 55%. Menurut keterangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Normalisasi Kanal Banjir Timur Dani Prasetyo dari tiga paket pekerjaan, yaitu paket dari muara sampai ke jembatan kereta api, paket pekerjaan dari jembatan kereta api sampai ke jembatan Citarum, dan paket pekerjaan dari jembatan Citarum sampai ke jembatan Majapahit rata-rata sudah 55%.

“Capaian ini sudah sesuai kontrak, karena dijadwalkan seluruh pekerjaan selesai pada bulan Desember 2019. Namun kami mengupayakan percepatan penyelesaian pekerjaan. Menurut kontrak memang selesai pada bulan Desember 2019,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Sabtu (15/12).

Dani menjelaskan apabila project BKT tersebut selesai diharapkan setelah banjir yang biasanya terjadi pada wilayah sekitarnya akan bisa tertangani. Sesuai desain, di bendung Pucang Gading bisa diset berapa debit yang bisa masuk di BKT sehingga diharapkan bisa tertampung semua.

Baca juga: Akses ke Bandara Kulon Progo Akan Dilengkapi KA

Selain itu juga debit air bisa ditampung di badan sungai sehingga tidak sampai limpas tanggul. Di sisi lain untuk banjir dan rob di Jalan Kaligawe juga dalam proses pembuatan bendung di Kali Sringin dan Kali Tenggang, termasuk pemasangan pompa, 5 unit berkapasitas 2 m3 per detik di Bendung Muara Kali Sringin, dan 6 unit pompa dengan kapasitas 2 m3 per detik di Muara Kali Tenggang.

Walikota Hendrar Prihadi-pun berharap jika rencana penanganan banjir di Kota Semarang dapat berjalan sesuai rencana.

“Semua sedang bekerja memprioritaskan penanangan rob dan banjir di Kota Semarang. Terkhusus normalisasi BKT saya sangat mengharapkan adanya percepatan dalam pengerjaannya,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PU Kota Semarang, Iswar Aminudin menekankan jika banjir yang terjadi di Kaligawe karena meluapnya sungai Kanal Banjir Timur diakibatkan oleh sampah dan penyempitan Kali Tenggang.

“Dulu lebar muara Tenggang itu rata-rata 6-8 meter. Sekarang ada yang satu meter, ada yang dua meter. Hasil identifikasi kami di Kaligawe, meluapnya sungai Kanal Banjir Timur diakibatkan karena penumpukan sampah,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Pemkot Semarang akan menertibkan beberapa bangunan di bantaran Sungai Tenggang dan di bagian atas sungai BKT mulai tahun depan.

“Di 2019 kami minta konsultan untuk mengidentifikasi berapa rumah di bantaran yang akan kami tertibkan. Selain sungai Tenggang hunian di sungai Kanal Banjir Timur bagian atas juga akan direlokasi. Ada warga yang sengaja membuang sampah ke sungai BKT meski ada pula yang terbawa arus,” tutupnya. (gus/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*