Sutopo: Semeru Bertopi Menawan Untuk Latar Prewedding

prewedding
Gunung Semeru bertopi | Foto: google

JoSS, Lumajang – Melakukan pemotretan prewedding bukanlah kebiasaan asing bagi kebanyakan orang dewasa ini.

Menyambut hari bahagia, sesi foto ini sering kali dikonsep sedemikian rupa. Dari sekian banyak, fenomena Semeru Bertopo bisa jadi salah satu opsi untuk Anda pertimbangkan. Ya, bagi pasangan di Lumajang, Jawa Timur, dan sekitarnya.

Wajah lain Gunung Semeru yang terlihat pada Senin (10/12), dinilai menarik untuk dijadikan latar foto pre-wedding. Hal ini sempat disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

“Bagi yang mau nikah, gunakan fenomena alam ini buat foto prewedding. Sungguh memesona! Cintamu akan terus terayomi meski ada turbulensi di hatimu,” tulisnya di akun Twitter @Sutopo_PN seperti dikutip Rabu (12/12) seperti dirilis Liputan6.com.

Gunung tertinggi di Jawa itu pada Senin lalu menampakkan pemandanngan unik,yaitu seperti bertopi. Seorang warga yang tengah melakukan foto pre wedding berlatar semeru mengatakan, “Puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak,” jelasnya.

Secara meteorologi, awan ini tidak disertai dengan fenomena lain yang meresahkan. Namun, awan ini sangat dihindari oleh pilot karena dapat menyebabkan turbulensi.

Gunung Semeru sendiri sedang berstatus Waspada, sehingga pendakian pun dibatasi.

Baca juga: Bupati Cianjur Potong DAK 140 Sekolah

Sebegitu unik, sangat wajar kalau Sutopo menyarankan fenomena Semeru bertopi jadi latar pre-wedding. Jadi, maukah Anda membuat kenangan lain akan feomena alam dengan menyertakannya dalam perjalanan cinta bersama si dia?

Gunung Semeru yang megah itu berdiri membatasi pemandangan, menimbulkan decak kagum atas lanskap menawan di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Namanya pun bisa membangkitkan memori berbeda bagi tiap orang.

Legenda yang paling sering terdengar bahwa Mahameru merupakan gunung yang dipindahkan para dewa dari India untuk membuat Jawa tak lagi terombang-ambing ombak Samudra Hindia dan Laut Jawa. Ia dimaksudkan jadi tiang pancang bagi Jawa agar bisa ditinggali manusia.

Namun saat proses pemindahan, gunung tersebut berceceran bagian-bagiannya. Maka, terciptalah rangkaian gunung-gunung yang terbentang dari barat hingga timur Jawa. Diceritakan, tubuh Mahameru yang berat jatuh berdebum menjadi Gunung Semeru.

Menurut penuturan Tri, seorang pendaki Semeru,  ada mitos soal para pendaki mengikuti pendaki lain turun saat cuaca buruk, tapi orang yang diikuti hilang dalam kabut. Namun, para pendaki tetap mengikutinya. Alhasil, tanpa disadari mereka malah terjerumus ke dalam jurang. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*