
JoSS, JAKARTA – Bencana tsunami di Selat Sunda mendapat perhatian dari dunia internasional. Presiden Rusia Vladimir Putin misalnya. Lewat telegram ia menyampaikan pesan ke Presiden Joko Widodo bahwa Rusia ikut berduka atas kejadian tersebut.
“Rusia ikut bersedih atas negara sahabat Indonesia. Saya meminta Anda untuk menyampaikan ucapan simpati dan dukungan kepada kerabat dan teman yang kehilangan dan saya berharap semua yang terluka akibat bencana bisa pulih secepatnya,” kata Putin dilansir dari Tempo.co, Minggu (23/12).
Laporan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB, menyebutkan korban meninggal tercatat 222 jiwa dan 843 luka, sementara 28 orang masih hilang. BNPB juga mencatat kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, 9 unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.
Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah mengingat evakuasi masih berlangsung. Namun sejauh ini tidak ada warga negara asing yang tewas atau terluka. Adapun korban dan kerusakan akibat tsunami Selat Sunda menyasar empat kabupaten di Provinsi Banten. Yakni, Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus.
Filipina juga mengirimkan pesan duka cita kepada Indonesia. Juru bicara Kepresidenan Filipina, Salvador Panelo mengatakan Kementerian Luar Negeri Filipina terus memantau perkembangan situasi akibat musibah ini dan memastikan warga negara Filipina yang ada di Indonesia dalam kondisi aman.
“Kami berbelasungkawa kepada masyarakat Indonesia atas musibah tsunami selat sunda pada Sabtu malam. Kami secara khusus menyampaikan simpati dan duka cita kepada keluarga korban atas tragedi ini,” kata Panelo, Minggu (23/12).
Baca juga: Digelontor Rp6 Miliar, Puncak Telomoyo Bakal Jadi Destinasi Andalan Jateng
Panelo mengatakan Kedutaan Besar Filipina di Jakarta akan membantu pemantauan situasi di sekitar area yang terkena tsunami. Filipina juga akan berkomunikasi dengan ketua-ketua komunitas Filipina di Indonesia untuk memantau kondisi dan keamanan warga negara Filipina yang tinggal di sekitar area bencana.
Duta Besar Filipina untuk Indonesia Leehiong Wee mengatakan berdasarkan laporan BNPB hingga Minggu (23/12) belum ada laporan warga negara Filipina yang menjadi korban dalam musibah ini.
Kedutaan Filipina di Jakarta juga telah menghubungi komunitas-komunitas Filipina di Banten guna memastikan tidak ada warga negara Filipina menjadi korban tewas maupun korban luka.
Pesan sama disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail. “Saya sedih mendengar kabar tsunami di Banten, yang telah merenggut sedikitnya 20 korban,” kata Wan Azizah, Minggu (23/12).
Ia pun menyatakan kesiapan Malaysia membantu penanganan bencana tsunami Selat Sunda. “Saya berdoa untuk rakyat Indonesia agar tetap kuat menghadapi ujian ini. Malaysia siap untuk memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudari kita di Indonesia. @jokowi #PrayForIndonesia,” cuit Wan Azizah di Twitter.
Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengkonfirmasi tidak ada warga negaranya yang menjadi korban musibah tsunami. “Sejauh ini belum ada laporan warga negara Malaysia menjadi korban dalam bencana tsunami kemarin,” tulis Kedutaan Besar Malaysia dalam keterangannya seperti dikutip Tempo.co dari malaymail.com, Minggu(23/12)
Kedutaan Malaysia di Jakarta memastikan pihaknya memonitor perkembangan situasi. Warga negara Malaysia yang terkena dampak musibah ini dan membutuhkan bantuan agar melapor ke petugas kedutaan. (Joy)

Leave a Reply