
JoSS, JOGJA – Kegiatan luar ruangan dan pengalaman merasakan aktivitas masyarakat akan lebih banyak ditawarkan oleh para penyelenggara perjalanan wisata.
Hal itu disampaikan Ketua Association of Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY Udhi Sudiyanto seperti dikutip dari Harian Jogja, belum lama ini.
Udhi memaparkan daya tarik kegiatan luar ruangan semakin diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Jadi saya kira tahun depan trennya juga masih tidak jauh berbeda. Namun, memang wisatawan semakin tertarik dengan wisata yang lebih mengeksplor experience (pengalaman), khususnya budaya. Seperti kegiatan menginap di rumah penduduk, memasak dan aktivitas masyarakat lokal lainnya,” ujar Udhi.
Untuk menyambut dan memfasilitasi permintaan tamu tersebut, Udhi memaparkan pentingnya kesiapan para pengelola objek wisata agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada para tamu. Kesiapan fasilitas juga cukup penting, karena hal itu terkait dengan hospitality kepada para tamu.
Baca juga: Pohon Natal Dari 2.125 Donat Di Dafam Hotel Semarang
Sementara itu, para pelaku biro perjalanan mulai menyiapkan paket-paket tur wisata tur perdesaan. Udhi memaparkan paket tersebut dilengkapi juga dengan aktivitas yang ada di desa yang dikunjungi.
“Tidak hanya menawarkan kegiatan bersepeda mengelilingi desa, tetapi juga aktivitas keseharian warga lokal. Seperti yang dilakukan di Nglinggo, tamu diajak mengolah daun teh dan kopi, kegiatan seperti ini yang mulai ditawarkan travel agent,” jelas Udhi.
Rekomendasi Obwis pada 2019 destinasi wisata digital, atau yang lebih dikenal sebagai wisata swafoto diprediksi akan tergeser dengan pamor konsep nomadic tourismyang tengah digarap oleh Kementerian Pariwisata.
Konsep ini untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan asing, sedangkan di tingkat lokal Jogja, konsep community based tourism terus digalakkan.
Konsep ini menurut Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata DIY Arya Nugrahadi merupakan amanah Gubernur dalam pengembangan objek wisata di Jogja.
Pemerintah mendorong masyarakat di kawasan-kawasan wisata untuk memajukan daerahnya dengan dukungan dari Dinas Pariwisata DIY.
Berikut beberapa rekomendasi objek wisata dari Harian Jogja yang menerapkan konsep community based tourism:
1. Kawasan wisata Mangunan-Dlingo
Wisata Mangunan-Dlingo, Bantul merupakan salah satu contoh kesuksesan penerapan konsep community based tourism.
Berwisata di tengah kerimbunan hutan pinus merupakan suasana unggulan yang ditawarkan kawasan wisata ini.
2. Desa Wisata Kaki Langit
Desa Wisata Kaki Langit merupakan infrastruktur pendukung yang disiapkan oleh masyarakat untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Mangunan-Dlingo.
3. Alas Literasi Banjarharjo
Objek wisata yang berlokasi di Dusun Banjarharjo 2 Desa Muntuk Kecamatan Dlingo, Bantul ini menggabungkan konsep buku, alam, dan suasana perdesaan. (Wiek/lna)

Leave a Reply