3 Kiat Mengatasi Naiknya Asam Lambung

JoSS, JAKARTA – Penyakit asam lambung merupakan penyakit yang banyak dan umum diderita masyarakat. Apalagi bagi kalangan mahasiswa yang hidupnya indekos. Karena biasanya jadwal makan cenderung kurang terjaga.

Naiknya asam lambung merupakan salah satu penyakit yang sering diderita orang-orang yang tidak bisa mengatur pola makan dengan baik. Biasanya, anak kos lebih memilih membeli obat-obatan sendiri atau tidak melakukan tindak lanjut terhadap asam lambung naik karena rasa malas ke dokter atau tidak mau mengeluarkan biaya lebih.

Walaupun harus tetap ke dokter, ada juga beberapa bahan atau alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah asam lambung seperti dirilis Tempo.co, Sabtu (22/12).

1. Jahe

Kita bisa menggunakan jahe bubuk atau jahe mentah sebanyak 1-2 gram untuk dikonsumsi sebelum menyantap makanan. Jahe akan membantu proses pengosongan lambung sehingga gejala refluks asam lambung dapat dikurangi.

2. Baking soda

Bahan kedua yang bisa digunakan untuk mengatasi asam lambung yang naik adalah baking soda. Caranya dengan melarutkan satu sendok teh baking soda dengan segelas air kemudian diminum. Lakukan empat kali dalam sehari, tepat 1-2 jam setelah makan.

Baca juga: Jenazah Gitaris Seventeen Ditemukan

3. Permen karet

Tidak semua permen karet bisa dikunyah untuk mengatasi asam lambung yang naik. Pilih permen karet bebas gula karena akan merangsang produksi air liur yang berguna untuk menetralkan asam lambung pada tubuh.

Dokter spesialis penyakit dalam, Ari Fahrial Syam menjelaskan asam lambung tidak boleh naik ke atas atau sampai ke kerongkongan karena akan menyebabkan luka.

“Bila tidak dirawat dapat menyebabkan kanker,” ucap Ari di Jakarta.

Kondisi asam lambung yang naik ini bakal kian parah jika pasien tetap merokok dan minum kopi atau mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Pasien asam lambung, menurut Ari Fahrial, biasanya menderita batuk, suara serak sampai infeksi pada telinga.

“Penderita asma juga 60 persen disebabkan oleh GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau penyakit asam lambung,” ujar Ari Fahrial.

Mengutip laporan AstraZeneca, sebanyak 60 persen dari pasien GERD memiliki gangguan tidur dan 33 persen menyatakan kalau penyakit tersebut mengganggu produktivitas kerja.

GERD juga bahaya karena mengurangi nafsu makan dan berat badan dapat turun dengan drastis. Seorang pasien GERD, Terry Angran mengatakan awalnya dia tak menduga jika menderita GERD sekitar 13 tahun lalu.

Gejala yang dia rasakan adalah sakit di dada hingga ke punggung. Selain itu, Terry juga sulit menelan dan sesak napas.

“Waktu itu saya sempat menduga ini sakit jantung,” pungkasnya. (wiek/joy)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*