
JoSS, JAKARTA – Gitaris grup band Seventeen, Herman Sikumbang, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sebelumnya Herman dinyatakan hilang saat tsunami menerjang Kabupaten Padeglang, Banten, Sabtu (22/12) malam.
Malam itu, Seventeen sedang manggung di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, ketika gelombang tinggi tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 21.33 WIB. “Update dari lokasi kejadian tsunami Tanjung Lesung. Telah ditemukan jenasah gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang,” kata perwakilan manajemen Seventeen, Yulia Dian, melalui pernyataan tertulis, Minggu (23/12) seperti dirilis Kompas.com.
Namun, belum banyak informasi yang Yulia sertakan bersama kabar duka tersebut. Ia hanya mengucapkan doa untuk mendiang Herman. “Semoga amal ibadah beliau diterima di Sisi-Nya. Mohon doa bersama,” ujar dia.
Sebagai informasi, pemain bass Seventeen, M Awal Purbani atau Bani dan Road Manager mereka yang bernama Oki Wijaya turut jadi korban. Keduanya tak mampu menyelamatkan diri dari sergapan tsunami dan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Sementara drumer Seventeen, Andi, sampai saat ini belum ditemukan. Begitu pula Dylan Sahara, istri vokalis Seventeen, Ifan.
Baca juga: Postingan Perpisahan Basis Seventeen Bani
Saat kejadian, Riefian Fajarsyah atau Ifan tengah bersama-sama dengan teman bandnya namun ia selamat. Melalui wawancara via telepon dengan TVOne yang dikutip Kompas.com pada Minggu (23/12), Ifan mengisahkan pengalamannya saat tiba-tiba panggung tempatnya tampil dihantam tsunami.
“Kami baru main lagu kedua, terus memang kami tidak tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba panggungnya kebalik, atapnya nimpa kami semua,” ujar Ifan.
“Terus masuk ke dalam air laut yang penuh lumpur, nelen air laut banyak, tergulung-gulung. Kaki di atas kepala di bawah, besi di mana-mana, kayu di mana-mana. Kepentok sana, kepentok sini,” tambahnya.
Menurut Ifan, kemungkinan karena itulah banyak korban yang mengalami patah tulang atau terluka parah. Salah satunya adalah adiknya yang kakinya patah. “Terus yang cukup parah itu operator Seventeen yang tulang rusuknya patah sama Manajer Seventen Mas Reza, kepalanya robek,” ujar Ifan.
Ia sendiri juga mengalami luka, namun tak separah yang lain. Meski begitu, Ifan mengaku sempat terseret jauh hingga terapung-apung di laut selama dua jam. “Itu juga udah hampir menyerah, sampai saya bisa menggapai sebuah box. Alhamdulillah saya selamat, hanya luka-luka. Alhamdulillah, kliniknya penanganannya cukup bagus, jadi semua sudah tertangani, lagi pada istirahat,” katanya. (Wiek/Joy)

Leave a Reply