
JoSS, SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang bakal membangun tiga embung di wilayah Tembalang. Bahkan saat ini prosesnya sudah masuk tahap Detail Engineering Design (DED).
Kepala DPU Kota Semarang Iswar Aminuddin menyatakan langkah ini sebagai salah satu antisipasi minimalisir banjir yang terjadi di daerah tersebut. Ia berharap, pembangunan embung di kawasan atas dapat mengurangi intensitas banjir di kawasan bawah.
“Tiga embung di daerah atas berfungsi sebagai area tangkapan air. Detail Engineering Design (DED) sudah jadi,” terangnya kepada JoSS.co.id di Semarang, Kamis (27/12).
Menurutnya, untuk pembangunan akan dimulai pada 2020. Sebab pada 2019 ini belum dianggarkan untuk pembangunan tiga embung tersebut.
Iswar memastikan embung itu nantinya memiliki daya tampung sekitar 43.000 meter kubik. Diakui, saat ini baru ada 1 embung di Undip yang dikelola secara internal dan bukan di bawah kepengelolaan Pemkot Semarang.
“Nantinya embung tidak hanya berfungsi sebagai penahan air atau banjir. Namun bisa juga kan menjadi sumber air baku,” imbuhnya.
Di sisi lain, Camat Tembalang Heru Sukandar menyatakan jika embung menjadi solusi terbaik mengatasi banjir di wilayahnya yang bagian bawah. Pasalnya, drainase biasa sudah tidak memungkinkan menahan air yang debitnya sangat tinggi.
Solusi jangka pendek adalah melakukan normalisasi drainase, namun tetap dibutuhkan solusi jangka panjang seperti pembangunan embung.
Baca juga: Kementerian PUPR Gandeng Undip Bikin Politeknik PU
“Kami akan menginventarisir beberapa aset tanah milik pemkot untuk diusulkan jadi embung. Kebutuhannya memang sangat mendesak karena banjir di daerah atas ini cukup sering apalagi jika hujan lebat,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang mengambil alih sarana prasarana dan utilitas lima perumahan yang ada di Kota Semarang, yaitu Perumahan Bukit Sendangmulyo, Perumahan Taman Purisartika, Perumahan Graha Panorama, Perumahan Bumi Palir Sejahtera, dan Perumahan Villa Krista Gedawang.
Penyerahterimaan fasilitas umum dan fasilitas sosial dari lima perumahan tersebut disaksikan langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Dengan serah terima tersebut, Pemerintah Kota Semarang dapat secara langsung mengelola embung (danau buatan) serta jaringan drainase yang berada di wilayah perumahan.
Ia berharap, para pengembang perumahan untuk dapat mempercayakan pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang ada kepada Pemerintah Kota Semarang.
“Percaya saja kami siap diajak diskusi, urun rembung, serta mengalokasikan APBD untuk meningkatkan fasum fasos yang diserahkan hari ini,” tegasnya.
Dalam kegiatan serah terima prasarana sarana dan utilitas perumahan kepada Pemerintah Kota Semarang tersebut, Hendi juga mengingatkan kepada para pengembang untuk tidak hanya membangun untuk mencari untung saja.
“Kalau cuma membangun untuk mencari untung lalu ditinggal begitu saja, saya rasa hari ini sudah bukan eranya seperti itu,” katanya di hadapan lima pengembang perumahan yang hadir di kantornya. (gus)

Leave a Reply