
JoSS, JAKARTA – Wan Razli,Direktur Strategi dan Keuangan PT Bank CIMB Niaga Tbk akhirnya mengajukan pengunduran dirinya menyusul dua rekannya Dato’ Sri Nazir Razak sebagai Presiden Komisaris dan Armida Salsiah Alisjahbana sebagai komisaris independen.
Fransiska Oei, Direktur Kepatuhan Bank CIMB Niaga ini menyebut bahwa permohonan pengunduran diri Wan Razly Abdullah dari jabatannya sebagai direktur akan dimintakan dalam RUPSLB.
Hal ini terungkap dari agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dipublikasikan ke BEI, belum lama ini. RUPSLB ini akan diadakan pada Rabu (19/12) mendatang pada 14.00 WIB di Ruang Sasando, Graha CIMB Niaga Lantau M. Agenda RUPSLB ini utamanya adalah pergantian pengurus.
“CIMB Niaga telah menerima surat pengunduran diri Wan Razly dari jabatannya sebagai direktur CIMB Niaga terkait penugasan beliau di CIMB Group sebagai pemegang saham pengendali,” tulis Toni Darusman, Head of Marketing Brand and Communications Bank CIMB Niaga, Rabu (21/11).
Sebelumnya, ada dua komisaris yang akan mengundurkan diri. Pertama adalah Dato’ Sri Nazir Razak sebagai Presiden Komisaris, Selain itu Armida Salsiah Alisjahbana sebagai komisaris independen.
Keduanya akan mengundurkan diri dari jabatan selaku anggota Dewan Komisaris CIMB Niaga efektif tanggal 1 Januari 2019. Pengunduran diri Armida tersebut telah disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa (13/11).
Baca juga: Bank Jateng Terapkan Transaksi Nontunai di Pusat Kuliner Tuin Van Java Magelang
Fransiska menerangkan bahwa pada hari Senin (12/11), CIMB Niaga telah menerima surat pengunduran diri dari Armida Salsiah Alisjahbana.
Adapun pengunduran diri tersebut akan dimintakan keputusan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada tanggal 19 Desember mendatang.
“Sedangkan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya untuk masa jabatan sejak pertanggungjawaban yang terakhir sampai dengan tanggal pengunduran dirinya akan dimintakan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2018 yang akan diselenggarakan pada tahun 2019,” tambahnya.
Adapun Dato’ Sri Nazir Razak yang menjabat sebagai Presiden Komisaris telah mengajukan pengunduran dirinya pada (23/9) lalu.
Saudara laki-laki mantar Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang telah 29 tahun memimpin perusahaan ini mengumumkan bakal melepaskan semua jabatannya termasuk pimpinan CIMB mulai terhitung 31 Desember 2018.
Menurut Nazir, Direksi CIMB akan melakukan penggantian untuk menentukan siapa yang akan memegang jabatan tersebut serta tanggal penyerahan tugas. (lna)

Leave a Reply