Sebelum Akhir Tahun Seluruh Ruas Tol Trans Jawa Dioperasikan

Tol Trans Jawa
Jalan tol Ngawi—Kertosono | Foto: instagram alim_rs (Alim Rahmad Sholeh)

JoSS, SOLO – Pemerintah berencana meresmikan sejumlah ruas jalan tol pada akhir tahun ini secara beruntun, sehingga seluruh rangkaian Tol Trans Jawa dari Merak-Probolinggo dioperasikan sebelum libur akhir Desember 2018.

Tahun 2018, total jalan tol Trans Jawa yang dibangun pemerintah sepanjang 661 kilometer dari Jakarta hingga Surabaya. Sesuai target, akhir tahun 2018 tol yang melintasi Merak-Jakarta-Semarang-Solo-Surabaya-Probolinggo tersebut sudah tersambung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, peresmian ruas jalan Trans Jawa akan dilakukan secara beruntun oleh Presiden. Yakni dari ruas Penjagaan-Pemalang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo, serta Sragen-Ngawi. Harapannya pada libur Natal dan Tahun Baru sudah bisa difungsikan.

“Insya Allah tahun 2018 ini, sesuai perintah presiden harus tersambung dengan progres ini. Tahun 2019 kita lanjutkan dari Probolinggo sampai Banyuwangi,” ucap Basuki, disela meninjau proyek pembangunan tol Salatiga-Kartasura, di Jembatan Kali Kenteng, belum lama ini.

Dia menambahkan, saat ini sejumlah tol Trans Jawa sudah siap diresmikan. Di antaranya ruas Pejagan-Pemalang sepanjang 51 kilometer serta ruas Sragen-Ngawi sepanjang 51 kilometer.

“Saya kira seluruh Trans Jawa akan dioperasikan sebelum akhir Desember ini. Pejagan-Pemalang sudah menunggu, Sragen-Ngawi juga menunggu diresmikan. Sebetulnya kemarin mau diresmikan, tapi jadwal Pak Presiden Jokowi belum cocok,” ujarnya.

Saat libur Natal dan Tahun Baru 2019, ruas tol Salatiga-Kartasura kemungkinan sudah operasional, namun masih digratiskan.

“Saya maunya begitu, sehingga libur Natal bisa lebih nyaman,” harapnya.

Baca juga: Kepemilikan Saham Tol Bawen-Jogja Oleh Bumdes Dikaji

Sebada diungkapkan PT Jasa Marga Tbk. memastikan bahwa lima ruas tol miliknya yang menjadi bagian Trans-Jawa dapat beroperasi sebelum akhir 2018.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) Desi Arryani mengatakan bahwa empat dari lima ruas tol tersebut tengah dalam pengerjaan konstruksi tahap akhir.

Satu ruas di antaranya yakni Sragen—Ngawi sepanjang 51 kilometer bagian dari jalan tol Solo—Ngawi bahkan telah mengantongi sertifikat laik operasi (SLO) dan siap diresmikan.

“Sudah dilakukan ULO [uji laik operasi], sudah ada SLO-nya tinggal menunggu diresmikan sehingga bisa langsung beroperasi,” kata Desi.

Sementara itu, empat ruas tol lainnya yang tengah tahap penyelesaian konstruksi dan dapat beroperasi sebelum ganti tahun yakni Batang—Semarang 75 km,  Salatiga—Kartasura 35 km (bagian Semarang—Solo), Ngawi—Kertosono 37 km (bagian Ngawi—Wilangan), dan Gempol—Pasuruan seksi 3 sepanjang 14 km.

Pengoperasian kelima ruas tersebut, tuturnya, belum dikenakan tarif karena harus dilakukan sosialisasi tarif terlebih dahulu.

“Jadi, ini diresmikan semua tahun ini, tetapi mungkin tarifnya awal tahun depan. Misalnya, tanggal 1 atau 2 Januari karena sebelum menarik tarif kami harus membuka gratis dulu tarifnya minimal 7 hari,” jelas Desi.

Selain lima ruas tersebut, menurut Desi, pada akhir tahun ini bagian ruas tol Surabaya—Gempol yakni relokasi Porong—Kejapanan juga akan rampung.

Sejak Januari lalu hingga menjelang Oktober 2018, JSMR telah mengoperasikan tambahan panjang 107 km. Secara total, jumlah konsesi yang dimiliki JSMR yang sudah beroperasi mencapai 747 km. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*