
JoSS, JAKARTA – Kla Project masih juga bersemangat mencipta lagu. Kla yang digawangi oleh Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi, bakal merilis karya baru. Hanya saja, saat ini ada sedikit ganjalan.
“Rencana untuk merilis album baru selalu ada, tapi saat ini masih ada ganjalan,” kata Adi tertawa sembari melempar pandangan ke arah Lilo dan Katon seperti dirilis CNNIndonesia
Katon menangkap tatapan Adi, dan langsung menyambung kalimat temannya itu. “Tapi lucunya enggak selesai-selesai. Mungkin situasi sekitar kamu enggak kondusif dan memotivasi untuk membuat album,” katanya.
Selama 30 tahun tahun berkarier musik, KLa Project telah melahirkan 11 album dan satu album tribut bertajuk A Tribute To KLa Project (2011) yang dinyanyikan berbagai musisi.
Terakhir kali, mereka merilis album bertajuk Exellentia pada 2010.
KLa sangat produktif membuat album pada era 1990-an. Hampir setiap dua tahun sekali mereka merilis album, yaitu album Pasir Putih (1991), Ungu (1994), V (1995), KLakustik 1 (1996), KLakustik II (1996), Sintesa (1998) dan KLasik (1999).
Ketiganya mengakui, produktivitas yang tinggi kala itu terbantu oleh jumlah manggung yang justru tak sebanyak tahun-tahun terakhir.
“Sekarang kami kecapekan manggung, jumlah manggung sekarang lebih banyak dari pada dulu. Kurang lebih sekarang satu bulan bisa empat kali,” kata Katon.
Baca juga: Buruh: Pemerataan Upah Nasional Cegah Relokasi Industri
Adi pun mengamini perkataan Katon sembari mengingat sepak terjang bandnya, “Ya kurang lebih saat ini kami setahun bisa 40 kali (manggung). Itu termasuk banyak, karena dulu dalam setahun kami hanya manggung sekitar 20 kali.”
Sebenarnya mudah saja bagi KLa Project untuk merilis album karena mereka masih memiliki stok lagu hingga 40 yang dihasilkan dari karantina selama 10 tahun terakhir. Tapi, bagi mereka, membuat album adalah hal yang sakral sehingga tidak bisa dipaksakan.
KLa Project tidak pernah khawatir akan tergerus oleh perkembangan musik yang berubah dari masa ke masa. Toh sejak dulu kala, mereka tidak pernah membuat lagu yang sesuai dengan tren.
Contohnya ketika mereka memulai debut pada 1988 silam. Dulu, mereka mengusung genre new wave yang sudah populer di negara Barat namun belum ‘in’ di Indonesia. Jadi, menentang arus sudah jadi kebiasaan KLa.
“Keinginan melahirkan album terus ada dan selalu ada. Tinggal dibakar saja,” kata Adi.
Terlepas dari musik, tiga personel KLa Project memiliki rencana atau hasrat pada bidang lain. Beberapa di antara mereka sudah mulai menjalankan secara perlahan.
“Saya suka politik, ingin nyaleg. Tapi saat ini saya di belakang layar saja,” kata Adi sambil menahan tawa sembari melirik ke arah Katon.
Katon langsung berkata sambil menunjuk Adi, “Dia think tank.” (Wiek)

Leave a Reply